
PERTEMUAN I
Mukjizat Paskah (Kel. 12:1-14; 29-36)
Pendahuluan
Paskah dalam Perjanjian Lama adalah peristiwa dilepaskannya Israel dari perbudakan Mesir. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, paskah adalah peristiwa dilepaskannya kita dari dosa oleh pengorbanan Kristus di kayu salib.
Isi
Dalam peristiwa Paskah di Perjanjian Lama, ada 3 mukjizat besar yang dialami oleh bangsa Israel, yaitu:
1. Mukjizat kelepasan
Israel mengalami mukjizat kelepasan dari perbudakan Mesir saat paskah. Ini adalah gambaran tentang kelepasan yang kita alami dari dosa dan kuasa dunia yang jahat. Dalam peristiwa Paskah di PL Israel diminta untuk menyembelih anak domba paskah dan mengoleskannya ke ambang pintu rumah mereka masing-masing. Anak domba paskah itu adalah gambaran Kristus yang dikorbankan untuk kelepasan kita dari dosa (1 Kor. 5:7).
2. Mukjizat kesembuhan
Mazmur 105:37 berkata bahwa saat orang Israel keluar dari Mesir di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir. Kata tergelincir dalam bahasa Ibrani adalah kashal yang bisa juga diterjemahkan sebagai lemah, atau sakit. Artinya saat mereka keluar dari Mesir tidak ada di antara mereka yang lemah atau sakit. Adalah mudah membayangkan bahwa di antara hampir 2,5 juta orang Israel yang keluar dari Mesir pasti ada beberapa orang dari mereka yang sakit, apalagi sebelumnya mereka berada dalam penindasan. Tetapi saat mereka dibebaskan dari Mesir mereka mengalami kesembuhan dari semua kelemahan (penyakit) tersebut. Demikian juga sekarang, melalui pengorbanan Tuhan Yesus, kita juga disembuhkan dari segala kelemahan dan sakit penyakit, sebab “oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Ptr. 2:24).
3. Mukjizat kelimpahan
Keluaran 12:35-36 dan Mazmur 105:37 juga menegaskan bahwa saat Israel keluar dari Mesir mereka membawa perak dan emas dalam jumlah yang berlimpah-limpah. Sesaat sebelum mereka dibebaskan dari Mesir, mereka hidup dalam penindasan, kekurangan, kemiskinan. Tetapi saat mereka keluar dari Mesir, mereka mengalami kelimpahan.
Tuhan Yesus pun telah mengorbankan nyawa-Nya supaya kita mendapatkan hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10). Bahkan Ia rela menjadi miskin, supaya kita menjadi kaya (2 Kor. 8:9). Kekayaan yang dimaksud tentu saja terutama adalah kekayaan rohani, yaitu berkat-berkat Kerajaan Allah.
Kesimpulan
Ada tiga mukjizat yang kita alami melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, yaitu: kelepasan dari dosa dan dari kuasa dunia yang jahat, kesembuhan dari kelemahan dan sakit penyakit, serta mukjizat kelimpahan. Karena itu kita patut bersyukur atas pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.
Pertanyaan dan Penerapan
1. Menurut Saudara, apakah semua mukjizat yang disediakan melalui pengorbanan Kristus itu dapat kita alami dalam kehidupan kita sekarang?
2. Berdoalah bersama-sama agar setiap anggota care cell mengalami semua mukjizat Paskah yang tersedia melalui pengorbanan Kristus di kayu salib!
PERTEMUAN II
Kuasa Salib Yesus (Kol. 2:11-15)
Pendahuluan
Peristiwa salib merupakan penggenapan nubuat mengenai Yesus yang ditulis oleh nabi Yesaya dalam Yesaya 53:3-10. Maksud penyaliban adalah sebagai korban tebusan atas dosa manusia. Dan hanya Yesus satu-satunya pribadi yang memenuhi syarat untuk menebus dosa manusia karena Tuhan Yesus tidak berdosa dan darah-Nya sempurna, tidak bercacat cela (2 Kor. 5:21; 1 Ptr. 1:18-19; Ibr. 4:15; 9:22).
Isi
Dalam Kolose 2:11-15, hal-hal yang kita alami melalui salib (pengorbanan Tuhan Yesus) adalah sebagai berikut:
1. Kita mengalami sunat rohani (ay. 11).
Sunat rohani artinya penanggalan tubuh yang berdosa (manusia lama). Setelah mengalami penanggalan manusia lama, Tuhan mengenakan kita manusia yang baru. Gambaran yang paling jelas mengenai hal ini adalah ketika anak yang hilang berbalik kepada bapanya. Maka bajunya yang lama, kotor dan bau ditanggalkan oleh bapanya dan kemudian kepadanya dikenakan baju yang baru. Manusia baru yang dikenakan Bapa pada kita adalah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Kol. 3:12).
2. Kita dikuburkan dan dibangkitkan bersama Kristus (ay. 12-13).
Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, Alkitab mengatakan bahwa kita telah mati bersama-sama Kristus. Langkah berikutnya adalah kita ikut dikuburkan bersama-sama Dia melalui baptisan. Namun, Kristus tidak tetap dalam kematian, Ia pun bangkit dari kematian. Saat Kristus bangkit, kita pun ikut dibangkitkan bersama-sama dengan Dia. Kita dibangkitkan untuk menjalani kehidupan yang baru sama sekali, karena manusia lama kita telah mati dan dikuburkan. Sekarang kita menjalani kehidupan yang berkemenangan oleh kuasa kebangkitan Kristus yang bekerja di dalam diri kita.
3. Kita mendapat pengampunan dosa (ay. 13-14).
Hutang dosa kita dihapuskan. Dosa kita di dalam ayat ini disebut sebagai surat hutang. Menurut Alkitab dosa kita itu adalah suatu sifat yang melekat di dalam diri kita dan selalu aktif bekerja. Tetapi saat kita percaya Tuhan Yesus, sifat dosa kita itu dihapuskan. Seperti tulisan yang dihapuskan (erase), atau seperti sebuah file di computer yang telah di delete atau remove.
4. Kuasa-kuasa jahat telah dikalahkan.
Dalam perang zaman dulu, musuh yang telah dikalahkan disuruh tiarap, setelah sebelumnya senjata mereka dilucuti bahkan ditelanjangi dan dijadikan sebagai tontonan yang memalukan di muka umum. Lalu para tentara yang mengikuti sang Panglima akan menaruhkan kaki mereka ke atas tengkuk musuh-musuh mereka sebagai tanda bahwa musuh telah benar-benar dikalahkan dan tidak mempunyai kekuatan lagi untuk melawan. Itulah yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus di kayu salib bagi Iblis dan pasukannya. Dan kemenangan-Nya itu diberikan juga menjadi kemenangan kita. Itu sebabnya di dalam Nama Yesus kita diberi kuasa untuk mengusir dan menghancurkan pekerjaan-pekerjaan Iblis dan roh-roh jahat.
Kesimpulan:
Betapa dahsyatnya kuasa salib Yesus. Setelah kita percaya, seharusnya dosa tidak lagi berkuasa di dalam diri kita. Supaya kita dapat mempersembahkan kehidupan yang kudus dan memuliakan Tuhan setiap hari.
Pertanyaan dan Penerapan
1. Setelah saudara percaya Yesus, perubahan hidup apakah yang saudara alami?
2. Bidang-bidang apakah di dalam hidup saudara yang masih harus terus dibaharui?
PERTEMUAN III
Bukti Kasih Allah Terbesar (Yoh. 3:16; 1 Yoh. 4:7-8; Rm. 5:8)
Pendahuluan
Kasih yang begitu besar selalu berkorban. Xia Jun asal Provinsi Sichuan memiliki putra bernama Guo Guo masih usia dua tahun namun divonis menderita leukemia. Dia akhirnya dirujuk ke rumah sakit lebih besar dan lengkap di Beijing. Tiga dokter yang mereka temui sama-sama menyarankan agar si bocah menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang dan biayanya mencapai 1,4 miliar. Xia Jun menjual seluruh harta bendanya, dia juga meminjam sejumlah uang hingga akhirnya cukup bagi Guo melakukan operasi. Namun ada masalah lain. Dokter mengatakan setelah dilakukan transplantasi, tubuh bocah cilik itu bakal mengalami penolakan, infeksi, dan kambuh penyakit. Masa kritis ini bakal dilalui hingga 2,5 tahun. “Tahun pertama amat menentukan. Pengobatan selanjutnya sekitar Rp 800 juta,” ujar dokter Wang Jingbo yang merawat Guo. Bingung cari uang, akhirnya Xia Jun nekat jadi karung tinju di sebuah jalan Beijing sambil menaruh kotak sumbangan. Dia memakai busana putih bertuliskan ‘Sansak manusia, satu pukulan Rp 20 ribu’. Dia mempersilakan tiap orang menghajarnya. Cara Xia Jun ini justru menyentuh hati warga Beijing. Banyak orang memberi sumbangan padanya bahkan menengok Guo di rumah sakit.
Isi
Yohanes 3:16 juga mengatakan bahwa karena kasih Allah yang begitu besar kepada dunia ini, sehingga Ia telah berkorban.
1. Kasih Allah yang besar membuat Dia bertindak untuk menyelamatkan manusia berdosa.
Tindakan Allah adalah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tindakan kasih Allah mengorbankan Anak-Nya dilakukan bukan karena manusia telah berubah, tetapi justru ketika manusia masih berdosa.
2. Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah harga yang telah dibayar untuk keselamatan kita.
Sebagaimana kisah di atas, pengorbanan Xia Jun telah menyelamatkan nyawa dan masa depan anaknya. Demikian juga pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib telah menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal dan memulihkan kembali masa depan kita. Namun keselamatan itu terjadi karena ada harga yang sangat mahal yang telah dibayar. Xia Jun telah menjual semua harta miliknya, bahkan rela menjadikan dirinya sebagai karung tinju untuk dipukuli siapa saja demi mendapatkan biaya pengobatan anaknya. Tuhan Yesus rela menyerahkan nyawanya dan mengalami kematian dengan cara yang paling mengerikan, yaitu dipakukan di kayu salib untuk keselamatan kita.
3. Anugerah keselamatan dan berkat-berkat rohani yang menyertainya kita terima melalui iman.
Putra Xia Jun yang bernama Guo-Guo tidak melakukan apa pun. Ia hanya percaya kepada kasih ayahnya Xia Jun. Bahwa ayahnya yang sangat mengasihi dia pasti bertindak untuk kesembuhan dan masa depannya. Demikian juga kita, Tuhan hanya meminta kita untuk percaya (beriman) pada apa yang telah Ia lakukan di kayu salib. Ia lah yang telah bertindak untuk keselamatan dan pemulihan masa depan kita, dan kita hanya menerimanya dengan iman.
Kesimpulan
Manusia saja seperti Xia Jun rela mengorbankan apa pun untuk keselamatan dan masa depan anaknya, apalagi Bapa kita di sorga. Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus kepada kita. Dan Tuhan Yesus Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus kita dan memulihkan masa depan kita. Kita hanya menerimanya melalui iman (percaya)
Pertanyaan dan Penerapan
1. Sudahkah saudara percaya pada pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib?
2. Jika Tuhan telah berkorban sedemikian rupa untuk keselamatan kita, maka kita pun menunjukkan kasih Allah kepada orang lain dengan melayani mereka. Sudahkah saudara terlibat aktif dalam pelayanan care cell dan gereja?
PERTEMUAN IV
Bangkit untuk Hidup yang Kekal (Fil. 3:10-11; Kol. 2:11-15)
Pendahuluan
Alkitab menasihati agar kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Orang yang dewasa dalam iman adalah yang terus bertumbuh dalam pengenalan yang berkelanjutan akan Allah.
Isi
Di dalam Filipi 3:10-11 ada tiga hal yang Paulus kehendaki di dalam hidupnya, dan seharusnya itu juga menjadi kerinduan kita.
1. Mengenal Allah (ay. 10).
Pengenalan kita akan Allah mempengaruhi jalan pikiran dan tindakan-tindakan kita dalam hidup ini. Orang yang tidak mengenal Allah menjalani kehidupan yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Orang yang mengenal Allah dibaharui di dalam hati dan pikirannya, sehingga mereka dapat menyesuaikan pikiran dan tindakan mereka dengan pikiran dan kehendak Allah.
Pengenalan yang benar akan Allah, juga akan mempengaruhi iman atau kepercayaan kita kepada Dia. Misalkan saudara mengenal dua orang teman si A dan si B. Si A adalah teman yang saudara kenal seorang kaya dan murah hati. Ia selalu senang memberi pertolongan kepada orang susah dan memberi bantuan secara berlimpah-limpah dari kekayaannya. Sementara si B adalah teman yang saudara kenal sebagai orang kaya yang sangat pelit. Ia tidak mau menolong orang yang sedang susah. Suatu kali saudara dalam keadaan susah dan membutuhkan pertolongan. Tentu saja saudara akan lebih berani dan lebih mungkin datang kepada si A bukan? Demikian juga bila saudara mengenal Allah sebagai Bapa yang penuh kasih dan murah hati, tentu saudara akan penuh keberanian datang menghadap-Nya bukan?
Itulah sebabnya Paulus, berkata, “Yang kukehendaki adalah mengenal Dia” (Fil. 3:10). Mengapa Paulus punya kerinduan yang sangat besar untuk mengenal Allah? Karena ia tahu bahwa pengenalan-Nya akan Allah akan mempengaruhi pikiran, tingkah laku dan imannya selama di dunia ini.
2. Mengalami persekutuan dengan penderitaan atau kematian Kristus (ay. 10).
Yang dimaksud Paulus mengalami persekutuan dengan penderitaan atau kematian Kristus adalah menderita seperti Kristus dan menderita bagi Kristus. Kita tahu bahwa Paulus mengalami banyak penderitaan saat memberitakan Injil dan saat melayani orang-orang percaya. Kita pun seharusnya memiliki sikap yang sama, siap menderita seperti Kristus dan siap menderita bagi Kristus dalam pemberitaan Injil maupun saat melayani saudara-saudari seiman kita.
3. Mengenal kuasa kebangkitan-Nya (ay. 10).
Kristus tidak tetap dalam kematian. Setelah menderita dan mati, Kristus bangkit dan mengalahkan maut. Setelah menderita Kristus dimuliakan melalui kebangkitan-Nya.
Paulus ingin juga mengalami kuasa kebangkitan Kristus, yaitu kuasa di mana setelah kematian dan penderitaan lalu berkemenangan dan dimuliakan.
Masa depan akan suram apabila yang ada hanyalah penderitaan dan kematian. Tetapi masa depan akan menjadi indah, apabila setelah penderitaan ada kemenangan dan kemuliaan. Di dunia ini pun, kita bisa melihat banyak orang yang setelah berjuang dalam penderitaan yang panjang, kemudian mereka menikmati keberhasilan dan kemuliaan. Paulus pun ingin mengalami hal demikian dalam persekutuan-Nya dengan Kristus. Baik penderitaan-Nya, tetapi kemudian kemenangan dan kemuliaan-Nya. Seorang penulis Kristen pernah berkata, “Tidak ada mahkota tanpa salib atau penderitaan.” Orang-orang yang tahu pasti bahwa di balik penderitaan akan ada kemenangan, kemuliaan dan mahkota, pasti akan menjalani hidup ini dengan optimis.
Kesimpulan
Betapa luar biasanya dampak dari pengenalan kita akan Allah. Itu akan mempengaruhi pikiran, tingkah laku dan iman kita. Karena itu, kita harus senantiasa merindukan pengenalan yang berkelanjutan akan Allah di dalam kehidupan kita setiap hari. Selain itu betapa pentingnya untuk kita mengalami persekutuan dengan penderitaan dan kebangkitan Kristus. Yaitu kesediaan untuk menderita seperti Kristus dan menderita bagi Kristus. Sebab setelah penderitaan akan ada kemenangan, kemuliaan dan mahkota.
Pertanyaan dan Penerapan
1. Apakah yang lebih banyak Anda pikirkan setiap harinya? Urusan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi atau bagaimana supaya dapat bertumbuh secara berkelanjutan dalam pengenalan akan Allah?
2. Apakah cara praktis yang bisa saudara lakukan untuk menunjukkan sikap bersedia menderita seperti Kristus dan bersedia menderita bagi Kristus dalam pelayanan di care cell?
GBI Pasir Koja 39 Bandung