Bahan Care Cell April 2018

PEMURIDAN

Pertemuan 1

Kehendak Tuhan = Menjadi Murid (Mat. 28:19-20; Yoh. 13:34-35).

  1. Pendahuluan

Tuhan menghendaki semua orang percaya dimuridkan. Tugas memuridkan adalah tanggung jawab utama semua orang percaya.

  1. Pemuridan

Pemuridan di GBI Pasirkoja 39 dilakukan melalui tiga cara:

  1. Care Cell

Yakni pertemuan sekelompok jemaat yang terdiri dari 5 – 15 orang.  Diadakan satu minggu 1 x di rumah anggota care cell secara bergilir. Melalui care cell setiap jemaat belajar saling memperhatikan, saling mendoakan, saling melayani, dan menerapkan  firman Tuhan, dan dilatih untuk memenangkan jiwa.

  1. Kelompok PA

Anggota-anggota care cell yang terlihat lebih haus, lebih antusias, terbukti berkomitmen dan potensial, harus di PA kan. Melalui PA, ia diberikan perhatian khusus dan intensif, dipersiapkan untuk menjadi pemimpin cell (care leader).

  1. Teologia Mesias

Yaitu kelas pengajaran firman Tuhan yang diberikan kepada jemaat untuk memperlengkapi dengan pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan. Pengetahuan akan firman Tuhan itu begitu penting, sehingga Hosea mengatakan: “Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan akan firman Allah” (Hos. 4:6 NKJV).

  • Tujuan pemuridan di GBI Pasirkoja 39

Tiga sarana pemuridan di atas dimaksudkan untuk:

  1. Membuat jemaat berakar dalam pengetahuan akan firman Tuhan, sehingga tidak diombang-ambingkan oleh pengajaran sesat (Ef. 4:13).
  2. Membuat jemaat mengalami perubahan hidup (karakter)

Pemuridan menyalurkan kuasa kebangkitan Kristus dalam diri seseorang sehingga karakter dosa dibuang dan digantikan dengan karakter Kristus, baik dalam perkataan, pikiran, perasaan, maupun tingkah laku (Ef. 4:21-24).

  1. Melatih jemaat untuk saling membangun, saling memperhatikan dan saling melayani sesuai talenta dan karunia rohani mereka (Ibr. 10:24; I Kor. 14:26).
  2. Melatih jemaat untuk menjangkau jiwa dengan mengajak teman-teman, tetangga, dan keluarga (Kis. 2:42; 46-47).
  3. Mempersiapkan jemaat untuk menjadi pemimpin-pemimpin baru dalam pelayanan. Seperti Timotius yang menjadi pemimpin dan memuridkan orang lain lagi setelah dimuridkan oleh Paulus.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Apakah sumbangsih yang dapat Anda berikan untuk mendukung pemuridan di GBI Pasirkoja 39?
  2. Jika Anda telah dimuridkan, panggilan Anda berikutnya adalah memuridkan orang lain lagi. Menurut Anda bagaimanakah caranya?

Pertemuan 2

Murid adalah Alat Pilihan Tuhan (Kis. 9:10-18).

  1. Pendahuluan

Hampir semua tokoh iman dalam Alkitab, menjadi besar setelah melalui proses pemuridan.

  1. Yosua menjadi pemimpin besar setelah dimuridkan oleh Musa.
  2. Elisa menjadi nabi besar karena ia dimuridkan oleh Elia.
  3. Daud menjadi raja besar karena ia dimuridkan oleh nabi Samuel.

Orang-orang tersebut menyadari bahwa dirinya alat pilihan Tuhan melalui proses pemuridan.

  1. Ananias adalah murid Tuhan

Pemuridan mempunyai dampak yang sangat besar dalam kehidupan kita. Ananias adalah orang yang telah dimuridkan (Kis. 9:10). Ada empat dampak yang terjadi di dalam kehidupan Ananias setelah ia dimuridkan:

  1. Karena ia dimuridkan ia terlatih mendengar suara Tuhan (Kis. 9:10-12).
  2. Karena ia dimuridkan ia mempunyai roh yang dapat diajar (teachable spirit). Setelah Ananias tahu bahwa orang yang dimaksudkan Tuhan untuk dilayaninya adalah Saulus, ia menjadi takut. Tetapi karena ia mempunyai roh yang dapat diajar ia tetap mau melayani Saulus (Kis. 9:13-14).
  3. Karena ia dimuridkan, Ananias dapat secara terampil melayani Saulus. Dan dia adalah orang pertama yang memuridkan Saulus setelah pertobatannya (Kis. 9:17-18).
  4. Karena ia dimuridkan, Ananias dapat menyalurkan kuasa Tuhan Yesus untuk menyembuhkan Saulus dari kebutaan (Kis. 9:18).
  • Saulus adalah murid dan alat pilihan Tuhan

Saat Saulus percaya, Tuhan mengirim Ananias untuk memuridkan dia. Artinya, Tuhan selalu mengaruniakan orang tua rohani untuk memuridkan kita. Dampak pemuridan yang terjadi di dalam kehidupan Saulus:

  1. Melalui pemuridan, panggilan pelayanan Saulus diteguhkan.

Tuhan meneguhkan panggilan pelayanan Saulus melalui Ananias, bahwa Saulus dipanggil untuk memberitakan nama Yesus kepada bangsa-bangsa lain, raja-raja dan orang-orang Israel (Kis. 9:15).

  1. Melalui pemuridan, Saulus menerima kesembuhan dan penuh dengan Roh Kudus (Kis. 9:17-18).
  2. Melalui pemuridan, Saulus diajar untuk taat pada perintah Tuhan, di mana pada waktu itu Saulus memberi diri untuk dibaptis (Kis. 9:18).
  3. Setelah dimuridkan, Saulus menjangkau orang lain lagi bagi Kristus (Kis. 9:19b-22).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Apakah artinya alat pilihan Tuhan bagi Anda?
  2. Menurut Anda, bagaimanakah proses pemuridan dapat menolong Anda untuk mengetahui panggilan Tuhan atas hidup Anda?

Pertemuan 3

Pemuridan Kunci Umat Berkualitas (Pentingnya Pengajaran firman Tuhan) (Mat. 10:1-8).

  1. Pendahuluan
  2. Negara-negara maju umumnya berkonsentrasi mengembangkan masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas. Demikian juga dengan gereja. Kalau gereja mau maju, maka jemaat harus diajar dan dilatih melalui pemuridan.
  3. Gereja adalah keluarga Allah. Keluarga yang baik tidak hanya melahirkan anak-anak, tetapi juga bertanggungjawab untuk merawat dan mendewasakan mereka dalam seluruh aspek kehidupannya. Tanggung jawab gereja tidak hanya memenangkan jiwa-jiwa. Orang-orang percaya itu hanyalah bayi-bayi rohani, yang perlu didewasakan melalui pemuridan.
  4. Pemuridan mengubah orang biasa menjadi pelayan
  5. Murid-murid yang tadinya adalah orang biasa-biasa saja, bahkan orang yang bermasalah diubah menjadi umat yang berkualitas.
  • Simon yang artinya adalah orang yang plin-plan, tidak punya pendirian telah diubah menjadi seorang yang memiliki iman yang seteguh batu karang, karena itu namanya diubah menjadi Petrus.
  • Matius pemungut cukai. Sebutan pemungut cukai adalah sebutan untuk orang yang dianggap pengkhianat bagi orang Yahudi, karena ia bekerja pada penjajah Roma. Sebutan pemungut cukai juga adalah istilah yang diberikan untuk orang yang dianggap sangat berdosa (Mat. 18:17). Ingat kitab ini ditulis oleh Matius, jadi dia menganggap dirinya sebagai orang yang tadinya dibenci dan sangat berdosa tetapi telah mendapat anugerah pengampunan dan diubah menjadi murid Yesus.
  1. Murid-murid yang tadinya adalah orang biasa-biasa saja, bahkan orang yang bermasalah diubah menjadi pelayan diperlengkapi dengan kuasa Allah.
  • Sekarang mereka melayani dengan kuasa sehingga sanggup memberitakan Injil, mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala penyakit (Mat. 10:1, 7-8).
  • Penutup

Jika kita mau diubah dan diperlengkapi dengan kuasa dalam pelayanan, maka jalannya adalah memberi diri dimuridkan.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Mengapa orang-orang yang dimuridkan dapat mengalami perubahan dalam karakter mereka?
  2. Mengapa orang-orang yang dimuridkan dapat melayani dengan kuasa?

Pertemuan 4

Kelompok Kecil bukan Massal (Small but Very Powerfull) (Kel. 18:17-23; Mrk. 3:13-19).

  1. Pendahuluan

Salah satu ciri gereja yang sangat efektif menurut George Barna adalah gereja yang memiliki kelompok-kelompok kecil. Tak dapat dipungkiri bahwa gereja yang bertumbuh baik secara kualitas maupun kuantitas adalah gereja yang menjadikan kelompok kecil sebagai salah satu pilar utama yang menopang pelayanannya. Salah satu contoh yang sangat jelas adalah gereja yang dipimpin oleh pendeta Obaja Tanto Setiawan di Solo yang berkembang dari hanya 7 orang menjadi 35.000 jiwa karena menerapkan pelayanan kelompok sel.

  1. Belajar dari pengalaman Musa
  2. Penggembalaan Musa dengan cara lama

Musa menggembalakan orang Israel yang berjumlah 600.000 orang hanya seorang diri (Kel. 12:37). Selain mengajarkan firman Tuhan, Musa juga mengkonseling mereka satu persatu. Akibatnya Musa sangat kelelahan dan bangsa Israel tidak terlayani dengan baik.

  1. Penggembalaan Musa dengan cara baru

Musa kemudian mengubah cara pelayanannya. Ia tidak menggembalakan umat Israel seorang diri lagi. Ia mencari orang-orang yang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya dan benci kepada pengejaran suap untuk diangkat menjadi pemimpin 10, 50, 100 dan 1000. Ia mendelegasikan sebagian besar tugas-tugas penggembalaan itu kepada mereka, sehingga umat Israel dapat tergembalakan dengan baik.

  • Belajar dari Tuhan Yesus
  1. Walaupun pelayanan Tuhan Yesus menjangkau puluhan ribu jiwa, tetapi Ia hanya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melayani sekelompok kecil orang (murid) yang terdiri dari 12 orang.
  2. Kelompok murid ini direkrut dari berbagai latar belakang karakter dan profesi, seperti: nelayan, pemungut cukai, pejuang kaum zelot. Keragaman latar belakang itu justru telah membuat para murid menjadi teamwork yang hebat. Sebab, perbedaan itu membuat mereka saling mengisi, saling mendukung, saling menolong dan merasa saling membutuhkan satu terhadap yang lain. Itu sebabnya mereka disebut sebagai penjala manusia bukan pemancing manusia. Sebab pancing berbicara usaha perorangan, sedangkan jala berbicara tentang kerja sama (teamwork).
  3. Kelompok murid ini berasal dari orang-orang biasa dan punya banyak masalah tetapi hidupnya diubah melalui proses pemuridan. Di kemudian hari mereka diperlengkapi dengan kuasa sehingga mereka sanggup untuk melayani secara efektif dan menjangkau jutaan jiwa bagi Kristus.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Telah terbukti bahwa pelayanan kelompok kecil adalah pelayanan yang sangat efektif untuk mengubahkan kehidupan dan membangkitkan pemimpin-pemimpin baru. Apakah kontribusi yang dapat Anda lakukan sehingga tercipta kelompok-kelompok kecil (care cell) yang lebih banyak lagi di GBI Pasirkoja 39?
  2. Tugas utama Care Leader adalah mencari anggota-anggota care cell yang potensial untuk dipersiapkan menjadi pemimpin baru. Temukanlah 2 atau 3 orang dari anggota care cell saudara untuk direkrut menjadi pemimpin baru.

Pertemuan 5

Kualitas Murid adalah Berbuah Banyak (Yoh. 15:8; Tit. 3:14)

  1. Pendahuluan

Seseorang yang telah dimuridkan, berikutnya ia harus memuridkan orang lain lagi. Dan orang lain yang telah dimuridkan itu juga harus memuridkan orang lain lagi. Seperti Paulus yang memuridkan Timotius, lalu Timotius harus memuridkan orang lain lagi, dan orang lain yang dimuridkan Timotius memuridkan orang lain lagi (II Tim. 2:2). Demikianlah proses pemuridan itu berlangsung sehingga dihasilkan banyak jiwa (buah) bagi Kerajaan Allah (Yoh. 15:8).

  1. Keterlibatan jemaat GBI Pasirkoja 39
  2. Tidak boleh ada jemaat di GBI Pasirkoja 39 yang tidak dimuridkan. Setiap jemaat harus masuk dalam proses pemuridan (care cell, PA, Teologi Mesias).
  3. Cara sederhana yang dapat dilakukan di care cell:
  • Dua atau tiga orang anggota care cell yang terlihat lebih haus, lebih antusias, terbukti berkomitmen dan potensial di PA kan oleh Care Leader (kadang PA itu disebut One on One).
  • Orang yang di PA kan itu diminta untuk memperhatikan anggota-anggota care cell yang lain, sehingga seluruh anggota care cell terperhatikan dengan baik.
  • Proses PA (One on One) dapat dilakukan sebelum atau sesudah pertemuan care cell. Atau di hari lain sesuai kesepakatan. Sewaktu-waktu bisa melalui SMS, WA, Line, telpon.
  • Orang yang di PA kan dilatih untuk berdoa, membaca Alkitab secara konsisten, sharing firman di care cell, kunjungan, pelayanan pelepasan, penginjilan dan lain-lain.
  • Pada akhirnya ketika jumlah orang makin bertambah maka perlu dibentuk care cell baru dan orang yang di PA kan diorbitkan menjadi pemimpin care cell yang baru (Launching New Leaders).
  • Perkembangan Care Cell ke depan

Perkembangan care cell ke depan, akan sangat ditentukan oleh tiga hal:

  1. Doa yang terus-menerus untuk jiwa-jiwa yang terhilang.
  2. Penjangkauan jiwa-jiwa baru terus-menerus yang dilakukan oleh seluruh anggota care cell.
  3. Dibangkitkannya pemimpin-pemimpin baru terus-menerus melalui proses One on One.

Ingat sasaran Care Cell GBI Pasirkoja 39 adalah menjangkau 1600 jiwa tahun 2018 dan membangun 160 care cell. Jika setiap care cell minimal ada 2 pekerja inti maka kita membutuhkan 320 pekerja. Siapkanlah diri saudara!

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Mintalah setiap anggota care cell untuk terlibat dalam proses pemuridan (care cell, PA, Teologia Mesias), dan tanyakan adakah hembatan-hambatan mereka untuk mengikutinya dan carikan solusi bersama bagaimana mengatasi hambatan tersebut.
  2. Berdoalah bersama-sama untuk terjadinya kebangunan rohani di care cell Anda, agar gerakan doa, penjangkauan jiwa, kebangkitan pemimpin-pemimpin baru terus berlangsung!

Oleh: Ferry Simanjuntak

 

 

 

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …