
Anemia adalah suatu kondisi akibat darah kita memiliki sel darah merah yang lebih sedikit daripada jumlah normal. Anemia juga dapat disebabkan oleh karena sel darah merah kita memiliki kadar hemoglobin yang lebih rendah dibandingkan normal. Hemoglobin adalah protein yang bekerja untuk membuat sel darah merah kita dapat membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh kita. Anemia akan mengakibatkan kekurangan oksigen di jaringan dan mengganggu fungsi jaringan tubuh kita.
Kasus anemia dapat ditemukan pada 10% lansia yang berusia lebih dari 65 tahun dan jumlahnya bertambah menjadi 50% pada lansia yang berusia lebih dari 80. Anemia biasanya tidak bergejala ataupun menimbulkan gejala ringan. Namun bila tidak mendapatkan penanganan serius, anemia pada lansia dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya. Berbagai penyakit dapat timbul sebagai komplikasi dari Anemia. Penyakit-penyakit yang dapat timbul akibat anemia adalah gangguan jantung, gangguan jiwa, cepat lelah, resiko terjadinya kecelakaan akibat jatuh, tekanan darah yang menurun dan gangguan kesadaran.
Penyebab anemia pada lansia dapat dibagi menjadi tiga golongan:
- Gangguan pembentukan, disebabkan karena kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat.
- Penyakit kronis karena dapat, beberapa penyakit yang mengganggu sistim kekebalan tubuh dapat mengganggu jaringan yang berguna untuk membentuk sel darah merah seperti ginjal dan sumsum tulang.
- Anemia karena penyebab yang tidak diketahui
Gejala anemia sendiri bermacam-macam, dimulai dari berdebar-debar, pusing atau mudah pingsan, merasa lelah atau lemah, cepat lelah selama atau setelah melakukan aktivitas fisik, kulit tampak pucat, nafas cepat, rambut rontok, tangan dan kaki dingin.
Diagnosa anemia ditegakkan bila kadar hemoglobin dalam darahnya <13g/dL pada pria dan <12g/dL pada wanita.
Penanganan anemia bergantung pada penyebab utamanya. Anemia yang disebabkan oleh gangguan nutrisi dapat diterapi dengan memberikan penambahan nutrisi seperti zat besi, vit B12 dan asam folat. Anemia akibat penyakit kronis harus mendapatkan penanganan khusus dari dokter. Bila kadar Hb sangat rendah, dibutuhkan tranfusi segera untuk memperbaiki keadaan anemia dari pasien.
Anemia dapat dicegah dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, asam folat dan B12. Beberapa makanan yang diketahui banyak mengandung zat besi adalah daging merah, hati, ikan, sayur hijau seperti bayam, brokoli. Produk kacang-kacangan seperti tahu, kacang kedelai. Produk yang mengandung susu dan telur termasuk sereal dan roti. Buah-buahan seperti pisang, jeruk dan mangga.
“The doctor of the future will give no medicine, but will interest his or her patients in the care of the human frame, proper diet, and in the cause and prevention of disease.”
– Thomas Edison
Oleh: dr. Hanna Goenawan
GBI Pasir Koja 39 Bandung