
Pada trimester ketiga kehamilan, tubuh membutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mencukupi kebutuhan ibu dan janin. Sel darah merah dibentuk dari zat besi. Zat besi didapatkan dari nutrisi yang kita makan sehari-hari. ANEMIA PADA KEHAMILAN
Walaupun zat besi ditemukan dalam berbagai makanan, tetapi proses absorbsinya sangat lambat, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh ibu hamil. Oleh sebab itu, banyak wanita hamil yang menderita anemia. ANEMIA PADA KEHAMILAN
Jenis anemia yang tersering adalah anemia defisiensi besi yang sebenarnya sangat mudah diatasi dari nutrisi. Selain itu tubuh juga memerlukan asam folat untuk membentuk sel darah merah.
Mari kita lihat apakah yang menyebabkan anemia?
– Kekurangan asupan zat besi dan folat. ANEMIA PADA KEHAMILAN
– Peningkatan kerusakan sel darah merah yang terkadang diakibatkan oleh penyakit.
Apa gejala dari anemia?
Sebagian besar wanita hamil tidak memiliki gejala anemia yang spesifik. Namun, jika anemia menjadi berat, maka wanita hamil akan merasa cepat lelah dan tidak bertenaga.
Bagaimana mencegah anemia?
Makanlah makanan yang mengandung zat besi seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan. Daging mengandung zat besi dalam bentuk heme yang lebih mudah diambil oleh tubuh kita, dibandingkan dari zat besi yang berasal dari sayuran.
Makan makanan yang tinggi folat seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun gelap dan jeruk.
Konsumsi vitamin C yang berasal dari jeruk, buah segar dan sayuran segar.
Minum multivitamin yang mengandung zat besi dan folat.
Supplemen zat besi
Bila sangat sulit untuk mendapatkan zat besi dalam jumlah cukup dari makanan, maka Anda membutuhkan suplementasi zat besi dari luar dalam bentuk pil Fe.
Tablet Fe (zat besi) memiliki efek samping yaitu menimbulkan mual, sehingga makanlah makanan dalam jumlah kecil sebelum meminum zat besi. Jangan meminum tablet besi bersama dengan produk susu atau suplemen kalsium!
Untuk membaca artikel kesehatan yang lain silahkan klik disini
Perkembangan gejala TBC dapat terjadi secara perlahan dan bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan daya tahan tubuh seseorang. Selain itu, penyebaran TBC juga sangat mudah, yaitu melalui droplet orang dengan TBC selayaknya COVID-19. Jadi, TBC sama-sama bisa menyebar melalui batuk, bersin, atau meludah.
GBI Pasir Koja 39 Bandung