Akhir Zaman – ESKATOLOGI

Ajaran Alkitab tentang eskatologi (ajaran akhir zaman) tidak hanya mempedulikan nasib orang perseorangan, tetapi juga sejarah manusia dan eksistensi alam semesta. Menurut Alkitab, Allah tidak hanya menyatakan diri-Nya melalui orang-orang yang mendapat ilham, tapi juga melalui peristiwa-peristiwa yang membebaskan umat-Nya, dan peristiwa yang terpenting dari semuanya ialah kedatangan Anak-Nya Yesus Kristus. Karena Allah ialah Tuhan atas segala peristiwa sejarah, maka penggenapan dari karya akhir zaman oleh Allah mencakup juga eksistensi atau keberadaan alam semesta dan manusia dari sejarah, artinya, perubahan tata kelola dunia akan menjadi suatu dunia yang baru, dalam konteks kedatangan Kerajaan Allah di bawah kendali dan kedaulatan pemerintahan mutlak dari Allah.

Pengertian Eskatologi

Kata Eskatologi berasal dari bahasa Yunani: eskhatos yang berarti akhir zaman, yang hampir sama dengan bahasa Inggris “escalate” (terangkat) dan digunakan dalam istilah Teologi untuk menunjuk masa “pengangkatan orang-orang kudus” pada akhir zaman.

Lima kondisi minimal dalam kejadian akhir zaman yang perlu memperoleh perhatian khusus:

Kesatu, masihkah kita berjalan dengan pakaian kebenaran di akhir zaman (Wah. 3:14-18)?

Model kehidupan jemaat Laodikia yang tidak dingin dan tidak panas (suam-suam kuku), pertanda Tuhan akan memuntahkan engkau dari mulut-Nya, dan warna putih harus menandai “kekudusanmu” karena engkau telah dimurnikan seperti emas yang keluar dari api. Standar kehidupan emas yang telah dimurnikan dan pemakaian pakaian putih mewarnai kehidupan yang layak bagi Tuhan.

Kedua, ada upah yang menyertai Kedatangan Kristus sesuai dengan perbuatan-perbuatan umat-Nya di dalam dunia (Wah. 22:11-15).

Tak ada perbuatan sia-sia yang menyertai pelayanan umat-Nya, oleh karena itu berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya, melayani dengan sepenuh hati, sebab jerih lelahnya tidak akan sia-sia untuk memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan.

Ketiga, perhatikanlah tanda-tanda akhir zaman (2 Tim. 3:1-9).

Karena keadaan manusia pada akhir zaman: ditandai dengan masa yang sukar, mencintai diri sendiri dan menjadi hamba uang, membual, menyombongkan diri, pemfitnah, berontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka berkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, dan sebagainya. Tanda-tanda ini akan menghiasi sebagian besar kehidupan manusia akhir zaman.

Keempat, berjaga-jagalah menjelang kedatangan Yesus Kristus yang keduakalinya (second coming) – Mat. 24:23-26. Berita-berita hoax (palsu dan menyesatkan) mengiringi kedatangan Yesus Kristus keduakalinya, berita yang menggemparkan, orang mengatakan: lihat, mesias ada di sini atau mesias ada di sana, namun jangan kamu percaya. Sebab mesias-mesias palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, dan mujizat-mujizat, tujuannya untuk menyesatkan orang-orang pilihan juga, hati-hati dan jangan cepat percaya!

Kelima, Perhatikan kondisi kerohanian Anda di akhir zaman (Mat. 24:3-14).

Yesus dengan tegas menyatakan: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” Kamu akan mendengar deru tentang perang, kamu harus berawas-awas, jangan gelisah, sebab semuanya itu harus terjadi. Bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat (seperti gempa NTB – 5 Agustus 2018 lalu), muncul berbagai macam kemurtadan, dan juga penyesatan-penyesatan mewarnai kondisi akhir zaman. Waspada!

Dalam konteks yang lebih luas, berarti “hari-hari terakhir” dimulai pada saat Pentakosta pada tahun 33 Masehi. Banyak orang yakin, bahwa “hari-hari terakhir” akan terjadi saat Yesus Kristus datang kembali ke dunia. Dengan Eskatologi, terkait beberapa istilah dan pengertian yang lain seperti: kedatangan Kristus yang kedua kali, kebangkitan daging, penghakiman, kerajaan seribu tahun dan tanda-tanda atau hal-hal yang mendahului datangnya akhir zaman. Tetapi sebenarnya Alkitab sendiri lebih cenderung membicarakan penggenapan Kerajaan Allah yang mencakup bumi yang diperbaharui. Nabi Yesaya menyebutnya: langit baru dan bumi baru (Yes. 65:17; 66:22).

Oleh: Jantje Haans (Gembala Sidang)

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …