SETIA BERKACAMATA
Mazmur 84:1-13
Mazmur 84:11. “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”
Seorang anak tidak dapat membedakan warna yang dilihatnya. Ia hanya dapat melihat warna abu-abu. Ketika teman-temannya mengatakan langit itu biru, rumput itu hijau, baju yang dikenakannya berwarna kuning dan indahnya warna sayap kupu-kupu, maka ia akan mengatakan bahwa yang dikatakan itu adalah kebohongan semata. Ia tidak pernah melihat perbedaan ketika melihat ke langit, memandang rumput, semua sama baginya.
Sampai suatu saat para ilmuwan menemukan sebuah kacamata yang dapat membantu memberikan warna sesuai dengan kenyataan. Ia senang sekali melihat warna biru, warna kuning, warna hijau dengan kacamata tersebut. Namun setelah melepasnya ia kembali hanya melihat warna abu-abu. Ia akan tetap melihat keindahan dunia ketika tetap setia mengenakan kacamata tersebut.
Demikian pula tidak ada seorang pun yang sempurna, semua memiliki pergumulan, memiliki kekhawatiran dan kekecewaan atas kegagalan dalam hidupnya, hanya di dalam Yesus ada kesempurnaan. Orang yang sudah berjumpa dengan-Nya dan merindukan kehadiran-Nya setiap waktu akan memiliki pandangan yang berbeda dengan orang yang tidak memiliki pengalaman bersama-Nya. Hanya dengan melihat sebagaimana Ia melihat dunia ini maka keindahan tetap terlihat.
Anak itu lebih memilih setia mengenakan kacamata karena ia tahu tanpa hal itu, ia tidak akan melihat keindahan dunia. Sebagaimana Yesus selalu berada, marilah merindukan kehadiran-Nya dalam setiap sudut kehidupan. Jangan lepaskan kebersamaan dengan-Nya di dalam doa, merenungkan firman-Nya dan melakukan perintah-Nya dan lihatlah betapa indahnya kehidupan yang Anda lihat dan alami. (NK).
Doa: “Kami mau terus hidup di dalam Engkau dan menikmati indahnya persekutuan dengan-Mu, ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung