KUNYANYI HALELUYA
Lukas 1:26-38
Lukas 1:37. “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Pada zaman modern seperti ini, rasa-rasanya membicarakan mujizat adalah sesuatu yang lucu, sebab segala sesuatu lebih banyak dikerjakan dengan logika serta teknologi yang canggih. Namun tidak demikian dengan penulis sebuah lagu yang cukup populer di gereja-gereja di Indonesia sepanjang tahun 2015-2017.
Lagu “Kunyanyi Haleluya” merupakan karya Wawan Lee, seorang Indonesia yang berdomisili di Singapura. Lagu ini cukup mudah untuk diingat dan dinyanyikan, tetapi kisah di balik lagu ini tak semudah lirik-liriknya. Dikisahkan bahwa Ayahnya ketika itu sakit jantung, dan tidak ada biaya untuk berobat. Perawatan begitu mahal, keluarganya juga bukanlah keluarga berada. Di saat yang sama, ia sendiri punya masalah besar: “Orangtua pacar saya tidak menyetujui hubungan kami. Tapi saya bisa mengerti. Bukankah semua orangtua ingin punya menantu yang terbaik?” Ia kemudian merasa tidak melihat jalan keluar. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah berdoa. Tahun 2014, ia bergabung dengan Symphony Worship.
Suatu kali Pdt. Djohan Handoyo meminta seluruh tim untuk mencipta lagu. Pada waktu itu ia tidak punya kemampuan untuk menulis lagu. Ia hanya berdiam di depan piano merenungi nasib dan masa depan yang tak tahu ujungnya seperti apa. Sewaktu memainkan nada, tiba-tiba terdengar suara Tuhan: “Jangan takut, jangan cemas, dan jangan bimbang. Percayalah kepada-Ku.” Kemudian Ia bangkit dan berdiri sambil mengangkat tangan. Tiba-tiba Tuhan memberi nada dan kata-kata untuk lagu “Kunyanyi Haleluya” ini.
Enam tahun masa-masa padang gurun dan ujian yang berat, Tuhan ubah dengan begitu hebat menjadi kebaikan. Sudahkah kita mengalami mujizat Tuhan secara pribadi? Mungkin tidak harus menciptakan sebuah lagu, tetapi cukup menceritakannya dengan keluarga di rumah, atau menyaksikannya dalam sebuah kelompok sel dimana kita bertumbuh, yakinlah ini akan memberkati banyak orang.
Doa: “Biarlah melalui kesaksian kami, banyak orang boleh diberkati dan melihat kuasa-Mu, ya Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung