Smith Wigglesworth
Yohanes 14:12
Yohanes 14:12. “… Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu…”
Siapakah yang tidak kenal, jika belum kenal rasanya sangat perlu untuk mengenal siapa Smith Wigglesworth (1859-1947). Dia adalah fenomena dalam dunia Pentakosta, dijuluki sebagai rasul iman, seorang Inggris yang dipakai oleh Allah secara luar biasa. Tanda-tanda, mujizat dan kuasa Allah menyertai setiap pelayanannya. Seorang rasul iman yang hidup dan matinya pun memuliakan Allah.
Selama pelayanan beliau, roh-roh jahat diusir, sakit penyakit disembuhkan, menggugah hati ribuan orang untuk bertobat dan berpaling kepada Allah, bahkan membangkitkan orang mati.
Dilahirkan pada tahun 1859 di Menston, Yorkshire, Inggris, Ia bertobat di sebuah gereja Wesleyan Methodist di usia 8 tahun, dan mengejar karir dalam bidang perledengan. Ia menikah dengan Polly Featherstone dan mereka melakukan sebuah misi kecil di Bradford, Inggris. Pada tahun 1907, beliau menerima baptisan Roh Kudus, yang mengubah dan memperbaharui pelayanannya secara radikal menjadi fenomena yang mendunia.
Apakah yang menjadi rahasia dari kehidupan dan pelayanannya yang begitu luar biasa?
- Dia membaca dan menjadikan Alkitab bagian dari hidupnya. Di mana saja dan kapan saja dia membaca Alkitab. Bahkan dia memiliki pernyataan, “Saya tidak pernah membaca buku lain selain Alkitab.”
- Dia memegang teguh dan mengklaim setiap janji Allah yang ada di dalam Alkitab.
- Dia berdoa di mana pun dan kapan pun. Dan doanya adalah doa yang penuh iman dan kuasa, karena dia percaya janji-janji Allah sepenuhnya yang ada dalam Alkitab.
- Dia taat sepenuhnya akan Roh Kudus.
- Dia bergantung sepenuhnya akan kuasa Allah dan tidak terpengaruh oleh siapa pun dan keadaan apa pun.
Firman dan doa menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang Smith Wigglesworth.
Doa: “Tuhan, jadikan aku sebagai seorang yang senantiasa menjadikan pembacaan firman Tuhan dan doa sebagai gaya hidupku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung