Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat…( Matius 24:7)
Akhir-akhir ini kita melihat keadaan dunia yang semakin memanas, pertikaian antara beberapa negara dengan China, kekacauan politik di dunia arab (Arab Spring), kemiskinan, kelaparan dan bencana alam yang terus menerus terjadi di benua Afrika. Munculnya gerakan ISIS yang meneror banyak bangsa, belum lagi kekacauan ekonomi yang menggoncangkan semua bangsa. Sebuah survei menyatakan bahwa intensitas dari berbagai bencana baik yang dibuat manusia dan karena alam meningkat lebih dari 1000 persen. Ini membuktikan bahwa keadaan dunia tidak semakin membaik tetapi semakin mendekati kesudahannya. Belum lagi krisis energi dan pangan yang diperkirakan cadangan energi dunia akan habis paling lambat 50 tahun ke depan. Bila tidak ada energi alternative, dunia akan kekurangan sumber energi dan mengalami bencana yang besar, begitu pula dengan pangan. Beberapa negara sudah kehilangan lahan-lahan pertaniannya dan menggantikannya dengan lahan industri, termasuk negara kita, yang dalam jangka panjang akan mengakibatkan masalah besar. Di Afrika misalnya, seringkali terjadi peperangan suku karena mereka berebut lahan untuk pertanian dan penggembalaan ternak mereka. Sebuah prediksi menyatakan bahwa perang akan terjadi karena perebutan sumber energi dan pangan. Semua ini telah dinubuatkan.
Dunia tidak akan semakin baik; sehingga kita akan merindukan kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya. Kita menantikan pemulihan, pemerintahan sang Raja Damai. Kita merindukan bumi yang diperbaharui kembali. Itulah sebabnya dalam pasal yang sama Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk berjaga jaga. “Karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang…” (Matius 24:42). Kita harus mempersiapkan diri seperti lima anak dara yang bijaksana. Menjaga agar pelita kita selalu menyala dan mempunyai minyak cadangan. Ini bicara tentang roh yang selalu penuh minyak dan menyala-nyala. Tidak ada tempat lagi untuk bersantai dan bermalas- malasan. Keadaan semakin sulit, hanya yang rohnya perkasa akan tetap menuai di masa sulit. Hanya yang dipimpin oleh Roh yang akan melewati masa-masa itu dengan kemenangan. Generasi akhir jaman haruslah seperti generasi Joshua, generasi yang siap dan berani. Generasi Yusuf yang menyiapkan untuk menghadapi masa sulit di Mesir menjadi masa tuaian. Generasi Daud yang berkobar dengan cinta kepada Tuhan dan keberanian untuk menaklukkan musuh dan generasi Daniel yang dipenuhi dengan hikmat dan Roh Tuhan. Masa sulit akan memisahkan manusia yang bermutu dan yang kurang bermutu, emas dengan loyang. Yang siap akan menuai, sedangkan yang tidak siap akan terlindas dan menjadi korban. Sudah siapkah saudara?
Oleh: Pdt. Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung