Perjalanan Misi Kalimantan Tengah (11-15 Desember 2017)

Oleh: Pdt. Johanes Fabou Koraag

Hari ke-1: Senin, 11 Desember 2017

Tim Misi Kalimantan Tengah kali ini membawa serta tim Musisi dan Pemuji untuk melayani di bumi Kalimantan.

Perjalanan dimulai dari bandara Husein Sastranegara, tim mulai dijemput oleh tim dari GBI Pasko sejak pukul 02.30. Tim berjumlah 13 orang berkumpul lengkap di Bandara jam 04.00 pagi dan boarding masuk ke Pesawat pada 05.00. Kami tiba di Palangka Raya pada pukul 11.00. di Bandara Cilik Riwut tim penjemputan yang dikomando oleh Pdt. Dodi Ramosta Sitepu dengan sigap menyambut kami. Dari bandara kami bergeser menuju rumah Pdt. Dodi untuk makan siang. Setelah selesai menyiapkan peralatan musik dan sound dan tim pemuji dan musisi sudah berlatih, maka kami segera menuju tempat penginapan.

Pukul 17,00 KKR Peresmian Gereja dan Perayaan Natal dimulai. Gedung Gereja dengan kapasitas 250 orang terisi sesak oleh kurang lebih 350 orang undangan yang terdiri dari jemaat lokal dan para hamba-hamba Tuhan dari sekitar kota Palangka Raya, baik dari GBI maupun dari denominasi lainnya seperti GKE, GBKP, GSJA. Suasana kesatuan Hadir juga sebagai tamu undangan Bp. Aries Narang yang adalah tokoh politik muda Kota Palangka Raya yang akan menjadi Calon Walikota Palangka Raya.

Acara Ibadah diawali oleh persembahan Tarian Khas Dayak yang sangat indah lalu dilanjutkan dengan Pujian dan Penyembahan dipimpin oleh Tim Pemuji dan Tim Musisi dari GBI Pasir Koja Bandung dan Khotbah oleh Pdt. Simon Irianto.

Hari ke-2: Selasa, 12 Desember 2017

Perjalanan dari Palangka Raya menuju Tumbang Kaman ditempuh selama 4 jam. Setiba di GBI Tumbang Kaman yang digembalakan oleh Pdt. Daud Lolo, tim Pemuji dan Musisi segera mempersiapkan diri untuk pelayanan pada sore harinya. Kebaktian Perayaan Natal GBI Tumbang Kaman dimulai pada pukul 06.00. Pujian dan penyembahan kembali dilayani oleh Tim dari GBI Pasko Bandung, sedangkan untuk pelayanan Khotbah dilayani oleh Pdt. Johanes F. Koraag dari GBI Banjar yang ikut serta dalam tim misi Kalimantan Tengah ini. Anak sekolah minggu yang mencapai 90 anak, dilayani oleh Pak Herman dan Erisanto.

Hari ke-3: Rabu, 13 Desember 2017

Hari ini juga ada tiga orang Jemaat GBI Tumbang Kaman yang dibaptiskan, mereka adalah Bapak Aci, Bapak Widarto dan Novi. Baptisan air dilakukan di dermaga Feri sungai yang melayani baptisan ini adalah Pdp. Haresh dan Pdt. Johanes F. Koraag.

Setelah selesai bersiap maka kami berangkat menuju Tumbang Kelemai. Puji Tuhan perjalanan kami ada dalam penyertaan Tuhan sehingga tidak ada halangan ataupun hambatan yang terjadi sampai kami tiba di lokasi pukul 12.30. Kebaktian Perayaan Natal di GBI Tumbang Kalemei dimulai pada pukul 17.00.

Hari ke-4: Kamis, 14 Desember 2017

Pagi ini kami akan melanjutkan perjalan dari Tumbang Kalemei menuju daerah Pundu untuk melayani Perayaan Natal di GBI Anugerah Pundu yang digembalakan oleh Pdt. Victor Manalu. Di tengah perjalanan akibat kondisi jalan tanah yang rusak maka salah satu mobil mengalami kerusakan pada ban bagian kanan belakang. Kami berhenti selama setengah jam untuk melakukan penggantian ban. Kami akhirnya tiba di GBI Anugerah Pundu pada pukul 13.00. Sebelum Kebaktian Perayaan Natal GBI Anugerah sekitar jam 16.00 turun hujan yang sangat lebat, namun Puji Tuhan tepat sebelum kebaktian dimulai jam 18.00 hujan sudah reda. Kebaktian berjalan dengan penuh sukacita dan dihadiri oleh rekan-rekan hamba Tuhan dari gereja-gereja yang ada di wilayah Pundu. Seusai ibadah tim misi segera meluncur kembali ke Palangka Raya tepat pada pukul 21.00. Dan akhirnya kami tiba di Palangka Raya pada pukul 23.00.

Hari ke-5: Jum’at, 15 Desember 2017

Ini adalah hari terakhir kami di Palangka Raya, terbersit rasa sesal mengapa ini harus berakhir. Kebersamaan yang sudah terjalin terasa begitu indah, namun segala sesuatu memang tidak ada yang abadi. Hanya Firman Tuhan yang sudah ditaburkan di ladang misi yang akan menghasilkan buah yang abadi. Tim misi tiba di Bandara Husein Bandung pukul 16.30. Sampai jumpa lagi dalam pelayanan misi berikutnya.

TERANGILAH SEKELILINGMU

Oleh: Erlina Ekowati

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Yesaya 6:8.

Misi bukan hanya sekedar pergi memberikan waktu, tapi lebih dari itu kita harus mengharapkan  urapan yang penuh bahkan meluap keluar sehingga kita bisa membagikan lebih dari sekedar talenta yang kita terima dari Tuhan namun mengembangkan talenta itu.  Dalam perjalanan misi kali ini , kami mengadakan KKR Natal di empat daerah di Kalimantan Tengah tepatnya di Palangkaraya, Tumbang Kaman, Tumbang Kelemai dan Pundu. Kali ini kami dari tim musik dan pujian dilibatkan dalam misi ini. Kami melayani dalam Praise and Worship, tidak mengandalkan kekuatan dan bukan karena kami mampu tapi semuanya karena Tuhan Yesus yang bekerja luar biasa dan memampukan kami dalam pelayanan.

Seringkali kita sering mengeluh dengan segala fasilitas di gereja dan kehidupan sehari-hari. Dari perjalanan misi ini, kami  banyak belajar dari jemaat- jemaat yang sangat sederhana, dalam segala kesederhanaannya mereka tetap setia dalam pengiringan akan Tuhan, tetap setia dalam ibadah dan pelayanan.  Pengurapan Allah yang dahsyat kami salurkan dan kami termotivasi oleh semangat serta antusiasme  jemaat-jemaat pedalaman dalam pelayanan dan iman mereka.

Kita harus berhati-hati dengan rasa nyaman dalam segala pelayanan yang kita anggap sudah baik, sehingga pelayanan kita tidak bergerak lebih baik dari hari ke hari, bahkan kita tidak memiliki lagi motivasi untuk meningkatkan kapsitas pelayanan kita. Kali ini kami belajar dari para hamba-hamba Tuhan yang benar-benar terpanggil untuk melayani di daerah-daerah pedalaman. Kesetiaan dan kerendahan hati yang mereka miliki membawa mereka menjadi pahlawan-pahlawannya Tuhan.

Yesaya 60:1-2 mengatakan, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”

Bangkitlah hai pahlawan-pahlawan Allah, dimana pun dan dibagian apa pun kita ditempatkan untuk melayani, jadilah anak-anak Tuhan yang produktif dalam segala pelayanan yang kita lakukan. Sehingga kita menjadi berkat buat dunia ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Herlianto Langenjaya (Yan-Yan)

Buat saya ini adalah my First Mission tapi bukan First Travel. Ada hal yang mengesankan yang di luar perkiraan saya sebagaimana misi-misi yang lain yang pernah saya denger. Yaitu Ibadah Anak Sekolah Minggu, yang tadinya diperkirakan hanya akan diikuti oleh anak-anak yang dibawa jemaat paling tidak lebih dari 25 orang anak, namun di luar perkiraan ibadah anak yang dipisahkan dari ibadah perayaan Natal umum bisa diikuti sampai 90 anak di beberapa desa yang kita kunjungi, di situlah real mission terjadi! Anak-anak yang bukan saja anak jemaat yang sudah Kristen tapi mereka adalah anak-anak “kedar” yang datang sendiri ke gereja, disitu mereka ditantang untuk terima Tuhan Yesus,

Hal lain yang terkesan buat saya pada misi ini, kami tim musik pujian merasa ada kebebasan dalam memuji Tuhan….. pada saat latihan atau pada saat acara ibadah di semua desa suara musik dan nyanyian ataupun khotbah begitu bebas mengalun dari gereja, tanpa ada sekat atau peredam, bebas bas bas sebebas-bebasnya tanpa ada yang mengganggu atau menegor…sesaat saya berpikir inilah toleransi yang kita sangat idamkan. Puji Tuhan semua berjalan dengan sangat lancar. GBU!

Oleh: Haresh T. Keswani

Saya mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan untuk perjalanan misi ini ke Kalteng. Atas pimpinan-Nya dari awal sampai akhir. Dimana kami bisa tiba kembali ke Bandung dengan selamat.

Saya bersyukur karena Tuhan memakai Gereja GBI Pasirkoja 39 untuk menjadi berkat buat kota Palangkaraya dan desa-desa di Kalteng. Saya bersyukur untuk hamba-hamba Tuhan disana yang dipakai Tuhan untuk mengabarkan injil dan membangun Gereja dan komunitas umat Tuhan, bersyukur juga karena mereka melayani disana, tanpa pamrih, tanpa hitungan. Dan berharap, ini menjadi dorongan yang kuat buat GBI pasirkoja 39 untuk tetap konsisten mendukung mereka.

Saya juga bersyukur dan sangat terkesan oleh kesabaran dan kesetiaan dari Team musik dan pujian kita. Mereka begitu solid dan saling mendukung. Walaupun keadaan di desa desa disana tidak sebaik keadaan kita disini, tetapi mereka dengan penuh sabar dan sukacita melayani Tuhan.

Dan saya juga bersyukur untuk Gembala kita, Bpk. Simon Irianto yang begitu dekat dengan pelayan-pelayan kita, dimana beliau sungguh tahu isi hati mereka.

Hayu, berangkat lagi yu “BERMISI”.

 

Check Also

Artikel Ibadah awal tahun 2026 copy

IBADAH AWAL TAHUN 1 Januari 2026

Oleh: Dedy Gunawan (Koordinator Komisi Kompas) Puji syukur kepada Tuhan Yesus,  Kamis, 01 Januari 2026, …