KESEMPATAN
Lukas 13:6-9
2 Korintus 5:10. “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”
Sebagai anak-anak Allah yang telah ditebus dari kutuk dosa, kita adalah orang-orang yang diberkati dan dipanggil untuk menjadi berkat. Apakah harta kita sudah memberkati banyak orang? Marilah kita belajar dari kisah bijak di bawah ini.
Sebelum meninggal, Raja Alexander Agung, mengumpulkan para Jenderal nya dan menyampaikan tiga permintaan terakhirnya. Permintaannya yang pertama adalah dokter terbaik harus membawa peti matinya. Kedua, semua harta kekayaannya harus disebar di sepanjang jalan prosesi pemakaman menuju kuburannya. Dan yang ketiga adalah tangannya harus dibiarkan tergantung di luar peti mati agar semua orang dapat melihat. Salah seorang jenderal nya terkejut dengan permintaan yang tidak biasa itu dan meminta Alexander untuk menjelaskan permintaannya. Kemudian Alexander Agung menjelaskan:
Pertama saya ingin dokter terbaik membawa peti mati saya untuk menunjukkan, bahwa saat dijemput ajal, bahkan dokter terbaik di dunia sekalipun tidak memiliki kemampuan menyembuhkan.
Kedua, saya ingin jalan menuju pemakaman ditaburi semua harta kekayaan saya, agar setiap orang bisa melihat bahwa semua kemakmuran materi yang diperoleh di bumi akan tetap tinggal di bumi.
Ketiga, saya ingin tangan saya terayun di luar peti mati, agar orang-orang mengerti, bahwa kita datang ke bumi dengan tangan kosong dan meninggalkan bumi juga dengan tangan kosong.
Hidup adalah kesempatan yang Tuhan berikan agar kita menjadi berkat. Selama kita bernapas jangan sia-siakan kesempatan ini. Jangan menyimpan sesuatu barang karena sayang, karena mungkin di tangan orang lain barang itu akan sangat berguna. Di bumi ini tidak ada milik kita yang kekal. Kita harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di hadapan Allah. HIDUP INI HARUS JADI BERKAT!
Doa: “Biarlah kiranya hidup kami senantiasa menjadi berkat dan memuliakan nama-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung