MENJADI BERKAT
Ulangan 28:2
Kejadian 12:2. “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”
Memiliki berkat atau menjadi berkat dalam dunia kita berarti memiliki anugrah, alasan untuk bersyukur, aset, keuntungan, rahmat, persetujuan, karunia, keberuntungan, kejutan yang menggembirakan, pertolongan, kebaikan, mukjizat, laba , rezeki yang tidak terduga, kenyamanan, keadaan layak, perolehan, pengaruh, pilihan, prestise, izin, perlindungan, pengakuan, sumber daya, balasan, dukungan, memohon kebaikan Ilahi, harta, dan nilai.
Kita dimotivasi untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh tanggung jawab. Karena cara demikian, menentukan apakah hidup kita menjadi berkat bagi orang lain atau sebaliknya. Ada beberapa cara hidup yang menjadi berkat harus kita peragakan sehingga menjadi kesaksian bagi orang lain, yaitu:
- Hidup yang transparan
Hidup yang transparan ialah hidup yang dapat dilihat tanpa ada yang ditutupi-tutupi. Hidup apa adanya yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus bersabda, “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang.” Artinya perbuatan kita itu baik dan benar disertai dengan apa yang Tuhan Yesus kehendaki. Perbuatan kita itu benar, perkataan kita itu benar, tindakan kita itu benar (Matius 5:16).
- Perbuatan yang baik
Setiap perbuatan selalu berdampak ganda. Dampak ganda dimaksud dari perbuatan kita ialah dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatif ialah setiap perbuatan yang menyakiti dan melukai orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Tentu perbuatan yang demikian tidak disukai oleh semua orang. Namun, acap kali kita juga melakukannya, sehingga kita tidak menjadi berkat. Dampak yang kedua dari perbuatan kita ialah dampak yang positif yang dirasakan oleh orang lain. Allah ingin perbuatan kita berdampak postif bagi orang lain, sehingga akhirnya mereka akan memuliakan Bapa di sorga.
Doa: “Biarlah hidup kami selalu menjadi berkat bagi banyak orang, agar nama-Mu dipermuliakan, ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung