BAGIANKU
Pengkhotbah 9:1-12
Ratapan 3:24. “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.”
Terkadang kita bertanya kepada Tuhan sambil membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, “Apa yang harus aku lakukan lagi Tuhan? Aku telah bekerja keras, aku telah melakukan hal yang benar, tetapi mengapa mereka lebih hebat dariku?”
Raja Salomo dalam kitab Pengkhotbah menulis suatu hikmat yang luar biasa. Hikmatnya berkata nasib semua orang adalah sama dan setiap orang tidak mengetahui apa yang dihadapinya. Meskipun kita melihat orang-orang yang lebih sukses dan kurang mampu dari kita, tetapi semuanya memiliki nasib yang sama. Tuhan memberikan keadilan kepada setiap orang, dengan porsi tantangan dan kebahagiaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing orang.
Di samping segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita, Tuhan mengingini kita untuk tetap bersukacita dalam kebenaran-Nya dan menikmati semua yang disediakan-Nya. Tuhan tidak meminta kita untuk melihat hasil dari semua yang kita kerjakan, tetapi Ia menghendaki agar kita mengerjakan segala sesuatu dan mengerjakannya dengan sekuat tenaga. Tuhan ingin kita bertanggung jawab.
Pengkhotbah berkata, “Anjing hidup lebih baik daripada singa yang mati.” Jika kita benar-benar memahami Pengkhotbah pasal 9, kita tidak perlu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Justru kita bangga, karena dengan nasib yang sama dan ketidaktahuan akan hal-hal yang dihadapi, kita sebagai anak-anak Tuhan tetap memiliki perbedaan. Firman Tuhan berkata, kita memiliki bagian yang terindah yaitu Tuhan sendiri. Tuhan yang membuat kehidupan kita menjadi “hidup”, adalah bagian yang tidak dimiliki oleh orang-orang di luar Kristus. Kehidupan yang “hidup” di dalam Kristus membuat kita memiliki pengharapan yang luar biasa.
Kemenangan adalah milik anak-anak Tuhan yang mau mengambil bagiannya.
Doa: “Sungguh Engkaulah bagianku, ya Allah. Pengharapanku hanya ada pada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung