JANGAN BERDOSA LAGI!
Roma 6:1-2
Roma 6:1. “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?”
Kisah ini pernah diceritakan oleh seorang Pendeta di dalam sebuah pertemuan yang membahas tentang konsep kasih karunia dan dosa. Ia bercerita bahwa suatu hari, ia pernah ditilang karena tiket parkir mobilnya sudah kadaluarsa. Saat itu, dia berada di kota Sydney Australia. Sesuai dengan peraturan jalanan yang berlaku di sana, setiap orang wajib membayar sejumlah uang untuk membeli tiket parkir. Jumlah uang yang dibayarkan itu tergantung pada seberapa lama mobil akan diparkirkan di sana. Misalnya untuk 30 menit, pengguna lahan parkir harus membayar $1.50 sedangkan untuk 1 jam, mereka harus membayar $3.00.
Karena keasyikan berbincang-bincang dengan kawannya, Pendeta ini lupa bahwa masa parkirnya sudah habis. Menyadari hal itu, dia berlari sekuat tenaga ke tempat parkir. Sayang sekali, saat ia melihat mobilnya dari kejauhan, sang Pendeta menyadari bahwa seorang Polisi sudah berdiri tepat di sebelah mobilnya dan dia berpikir, “Aduh.. Kena saya! Pasti kena tilang mahal nih!” Tanpa berputus asa, Pak Pendeta tetap berlari, bermaksud untuk meminta maaf serta meminta keringanan atas kesalahan dia.
Sambil terengah-engah dia sampai di tempat parkir itu. Ketika melihat Polisi tadi, ia langsung meminta maaf. Dan tanpa di duga-duga, Polisi ini berkata, “Anda seharusnya sudah saya tilang, tapi tidak apa. Saya ampuni saja kali ini. Jangan mengulangi hal ini lagi. Silahkan bayar tiket untuk jam-jam selanjutnya sekarang.” Pendeta itu bersorak kegirangan, karena dia baru saja diampuni dari denda yang harus dia bayar sebesar $200. Dan ia pun menaruh tiket parkir yang baru di atas dashboard mobilnya.
Dosa kita memang sudah diampuni. Tetapi ini tidak memberikan kita izin untuk melakukan lebih banyak dosa lagi. Seperti yang Yesus katakan, dengan kasih karunia-Nya Ia berkata, “Dosamu sudah diampuni. Pergilah! Dan jangan berbuat dosa lagi!” (Yoh. 8:11).
Doa: “Ampuni kami Tuhan Yesus, jika kami bermain-main dengan kasih karunia yang telah Engkau berikan bagi kami. Kami mau sungguh-sungguh bertobat dan hidup bagi-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung