YESUS SANG ANAK SULUNG
Lukas 15:11-32
Lukas 15:31. “Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.”
Menurut dunia, keadilan adalah sama rata, sama rasa, atau sesuatu perbuatan harus dibalas setimpal dengan perbuatannya itu. Kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan. Dunia selalu menuntut hukuman bagi yang bersalah dan memberi penghargaan bagi yang berbuat baik. Namun tidak demikian dengan anugerah Allah. Keadilan bagi Allah adalah sebuah pengorbanan. Pada kisah anak yang hilang, si sulung merasa diperlakukan dengan tidak adil. Sang Bapa menerima si bungsu yang telah berbuat jahat. Bagi si sulung seharusnya si bungsu diusir keluar atau dihukum jadi salah satu budak keluarganya.
Bagi sang Bapa tuntutan keadilan dari si sulung adalah salah, karena si sulung telah memposisikan dirinya sebagai anak yang hilang. Ia tidak merasa menjadi bagian dari Sang Bapa. Bukankah Sang Bapa mengatakan, “Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.” Seharusnya si sulung ikut bersukacita atas kembali adiknya, itu membuktikan ia menjadi bagian dari sang Bapa.
Ketika kita berusaha menghakimi orang yang bersalah dengan tidak mau mengampuni, maka kita telah memposisikan diri menjadi musuh Allah. Ikutlah bersukacita ketika ada orang yang bertobat, diberkati dan diampuni. Dengan ikut mengampuni, kita membuktikan bahwa kita adalah bagian dari Bapa di sorga. Itulah keadilan yang sebenarnya: mengampuni dan menerima. Tuhan Yesus tidak menuntut Bapa di sorga untuk memurkai kita dalam neraka melainkan Ia rela datang dan mencari yang terhilang.
Natal adalah bukti kasih Tuhan Yesus sebagai anak sulung yang datang mencari kita manusia berdosa. Mari ikut dalam pesta Natal menyambut Kristus yang datang bagi semua orang, bukan bagi sebagian orang. Ikut dalam bagian-Nya yang kudus dengan mengampuni dan menerima semua orang.
Doa: “Sebagai penerima kasih karunia, selayaknyalah kami pun selalu mengampuni dan menerima semua orang seperti Engkau telah mengampuni dan menerima kami, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung