KEPUTUSAN
Lukas 1:26-38
Lukas 1:38. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
Dalam kehidupan kita sehari-hari, mau tidak mau kita akan selalu berhadapan dengan keputusan. Setiap keputusan yang kita ambil akan mengandung resiko. Hal terburuk dalam kehidupan ini adalah ketika kita mengambil keputusan untuk tidak mengambil keputusan. Saat kita memutuskan untuk tidak mengambil keputusan, maka itulah resiko terbesar yang kita hadapi.
Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengambil keputusan yang benar, apa pun resikonya. Mungkin saat kita mengambil sebuah keputusan, kita mengambil resiko disalahkan, dikucilkan bahkan bisa jadi nyawa kita terancam. Dua ribu tahun yang ada sepasang muda, yang berani mengambil keputusan dengan resiko tinggi. Mereka memilih untuk taat pada perintah Allah dan harus menentang adat kebiasaan bangsa mereka.
Maria mengambil keputusan untuk mengandung sang Mesias sesuai kehendak Allah. Maria menghadapi resiko ditinggalkan sang tunangan. Ia bisa dianggap berzinah dan sesuai hukum Taurat Yahudi, Maria bisa dirajam batu. Sementara Yusuf mengalami pergumulan yang sama. Yusuf mengambil keputusan yang sangat beresiko tinggi. Mengambil Maria sebagai istrinya yang sudah mengandung, membuat Yusuf menjadi tertuduh dalam hal perzinahan.
Sepasang muda ini telah menjadi teladan bagi kita untuk berani resiko tinggi dalam melakukan kebenaran. Ketaatan pada Allah menjadikan mereka berkat bagi seluruh manusia di dunia. Mereka adalah alat Allah yang mulia untuk menghadirkan Juruselamat bagi dunia. Keputusan untuk taat pada Allah yang benar beresiko tinggi, tetapi resiko tertinggi adalah ketika kita tidak mau terlibat dalam rencana Allah.
Doa: “Apa pun resiko yang harus kami hadapi, kami tetap berkeputusan untuk taat akan kehendak-Mu. Tolong kami, ya Roh Kudus untuk tetap kuat dalam iman dan pengharapan kami kepada Kristus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung