Renungan Harian (14 Desember 2017)

JANJI YANG DIGENAPI

Lukas 2:25-35

Lukas 2:30-31. “Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa.”

Ketika Matteo Ricci pergi ke China pada abad ke-16, ia membawa beberapa karya seni Kristen untuk membantunya menyampaikan pesan tentang iman Kristen kepada orang-orang yang belum pernah mendengarnya. Tidak menjadi masalah bagi mereka ketika melihat gambar Maria yang menggendong bayi Yesus.

Namun, saat Ricci memperlihatkan lukisan tentang penyaliban dan berusaha menerangkan, bahwa Anak Allah yang tadinya bayi itu telah datang untuk dihukum mati, para pendengarnya tiba-tiba berubah sikap menjadi jijik dan takut. Mereka tidak siap untuk menyembah Allah yang disalibkan.

Dalam kisah Natal yang dicatat oleh Lukas, hanya satu orang, yakni Simeon yang sudah sangat tua, yang tampaknya memahami rahasia dari apa yang sedang dikerjakan Allah. “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan,” kata Simeon kepada Maria. Ia lalu bernubuat. bahwa suatu pedang akan menembus jiwa Maria sendiri (Lukas 2:34-35).

Sekalipun kelihatannya tidak banyak hal yang berubah: Herodes masih berkuasa, tentara Romawi masih menduduki tanah Israel, tetapi Simeon tahu betul bahwa di balik semua itu, segala sesuatu telah berubah. Janji Allah bagi penebusan umat-Nya telah digenapi.

Bagaimana dengan kita? Percayakah kita, bahwa Ia Allah yang pasti menepati janji-Nya?

Doa: “Saya percaya akan janji-Mu ya Allah, janji-Mu iya dan amin dan selalu digenapi. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …