PERSIAPAN NATAL
Lukas 1:26-38
Lukas 1:38. “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
Tidak terasa perjalanan tahun 2017 telah sampai juga pada ujung tahun. Tanggal 25 Desember senantiasa disambut dengan kemeriahan Natal. Berbagai ornamen Natal menghiasi mulai dari rumah, sekolah, kantor, gereja, bahkan pusat-pusat perbelanjaan. Berbagai alunan musik Natal yang syahdu maupun yang riang terus membahana di berbagai sudut kota memanjakan pendengarnya. Semua itu seharusnya dihayati sebagai ungkapan betapa antusias dan bersukacitanya orang Kristen memperingati datangnya Sang Mesias.
Suasana Natal yang pertama tidak ditandai dengan pernak pernik dan lantunan musik Natal. Seorang diri Maria menerima berita tentang kelahiran bayi Yesus dan ia sendiri pula yang akan melahirkannya. Berbagai perasaan dan pikiran berkecamuk. Bahagia karena beroleh seorang anak, tetapi gamang dengan apa yang akan dilakukannya bersama dengan Yusuf setelah peristiwa itu. Kegelisahan itu terjawab ketika malaikat berkata “Jangan takut” karena Roh Kudus dan kuasa Allah Yang Mahatinggi yang akan melakukan karya dan kehendak-Nya (ay. 35-37). Maria pun menyadari keberadaannya sebagai hamba dan siap menuruti segala perkataan malaikat itu (ay. 38).
Berita Natal selalu menjadi berita sukacita bagi setiap insan yang mau mendengar dan menyambutnya. Memang sangat mudah menerimanya sebagai berita Natal, tetapi tidak selalu mudah dalam menyambutnya karena kita harus menyambutnya dengan sebuah karya nyata. Kita harus menjadikannya tetap sebagai berita sukacita di tengah-tengah kebisingan hidup, menjadikannya harapan di tengah maraknya harapan yang telah sirna oleh keputusasaan. Selamat Natal!
Apa pergumulan Maria dalam menyambut berita kelahiran Yesus?
Apa persiapan yang telah Anda lakukan untuk menyambut Natal tahun ini?
Doa: “Bapa, biarlah Natal sebagai berita sukacita bagi semua makhluk di muka bumi.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung