Kitab Roma menekankan Kebenaran bahwa jika manusia selamat dari hukuman dosa, itu karena Allah yang harus melakukannya. Itu adalah anugerah Allah yang diberikan dengan cuma-cuma, manusia tidak dapat melakukan sendiri. Manusia mendapat anugerah dari Allah oleh iman kepada Kristus. Kita bukan hanya percaya tentang Tuhan Yesus, tetapi menerima firman Allah, menaati-Nya dan mengakui Kristus.
Tema Surat Roma dalam Rom 1:16-17, yaitu bahwa di dalam Tuhan Yesus dinyatakan kebenaran Allah sebagai jawaban terhadap murka-Nya kepada dosa. Paulus menguraikan kebenaran-kebenaran dasar dari Injil. Paulus menekankan bahwa persoalan dosa dan kebutuhan manusia akan kebenaran adalah umum (Rom 1:18-3:20), karena baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi berada di bawah dosa. Di bawah murka Allah, tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah terlepas dari karunia kebenaran melalui iman kepada Yesus Kristus (Rom 3:21–4:25).
Kitab Roma menekankan bahwa Injil adalah kekuatan Allah. Injil adalah urusan Tuhan, kita sebagai anak anak Tuhan akan selalu disertai Nya dalam memberitakan Injil. Tuhan Yesus adalah pemilik otoritas. Dengan demikian, kita tidak perlu takut karena ada otoritas Allah yang menyertai kita. I Kor 9 :16, Kisah 1:8, Roh kudus merupakan kekuatan yang diberikan pada manusia yang percaya, otoritas ini menjadi percuma, bila tidak digunakan. Dalam diri setiap orang percaya ada otoritas Allah. Dalam hidup orang percaya, kuasa Allah mampu menaklukan orang, bukan kita yang menundukkan orang.
Kitab Roma menguraikan pembenaran oleh kasih karunia melalui iman, keyakinan akan keselamatan kita (pasal 5; Rom 5:1-21), karunia kebenaran Allah itu dinyatakan dalam kematian kita bagi dosa dengan Kristus (pasal 6; Rom 6:1-23), pembebasan kita dari pergumulan untuk mencapai kebenaran menurut hukum Taurat (pasal 7; Rom 7:1-26), pengangkatan kita sebagai anak-anak Allah dan hidup baru kita “melalui Roh” yang menuntun kita kepada kemuliaan (pasal 8; Rom 8:1-39).
Adanya Hukum Taurat mengakibatkan manusia bergumul melawan dosa. Barangsiapa mampu memenuhi hukum Taurat, maka ia bisa menyelamatkan diri dari hukuman kekal akibat dosa. Namun tak seorangpun mampu memenuhi hukum Taurat, manusia sudah terjual di bawah kuasa dosa. Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Mat 5:17 Tuhan Yesus datang untuk mengenapi hukum Taurat.
Kitab Roma adalah kitab sistemtik tentang manusia dan jawabannya. Roma menghubungkan dengan Perjanjian Lama. Adanya hukum maka terjadi pelanggaran. Hukum untuk mengatur. Melalui Kristus, Hukum sudah tertulis dalam hati, sehingga tidak mungkin manusia berdosa. Hukum Taurat yang tertulis dalam hati kita, tidak perlu diajarkan. Yesus jawaban dari pergumulan hidup manusia, manusia tidak perlu yang lain. Pasal 4 &5, Allah menghendaki adanya hubungan dengan manusia. Hubungan melalui iman.
Pasal 5, Tuhan Yesus adalah Adam baru. Melalui Kristus manusia kembali ke posisi semula , status yang dimuliakan, memerintah dengan Allah. Anugerah yang sudah melimpah. Bagian kita adalah mengejar kebenaran, kasih karunia yang melimpah dalam Kristus. Kekristenan mengubah hidup bukan sekedar masuk sorga. Manusia dipercayakan untuk mengabarkan Injil dan melayani itu anugrah. Kasih karunia itu cukup. Tidak ada yang lebih indah dalam hidup anak anak Tuhan kecuali melayani kerajaan Allah. Keselamatan harus dikerjakan, melalui berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, disertai melayani. Roh Kudus sudah diberikan, kita harus menjaga tubuh. Tubuh dikuduskan untuk melayani. Ruang maha kudus ada dalam jiwa. DI mana kita hadir, Allah hadir. Semua dipulihkan karena ada Roh Kudua dalam kita. Roma 12:11 mengajarkan agar kita tidak fokus dengan masalah kita. Kita harus fokus pada Yesus. Roma 8, orang yang hidup dalam daging akan memikirkan daging. Jangan memikirkan kelemahan. Fokus pada Tuhan Yesus dan layani Tuhan Yesus.
“Tuhan Yesus menggenapi hukum Taurat, yang tidak mungkin dilakukan manusia. Injil adalah dinamit, kekuatan Allah. Oleh karena itu Injil adalah urusan Allah yang menyelamatkan manusia” Pdt Jantje Haans
“Keselamatan adalah anugerah Allah, bagian kita adalah membangun hubungan intim dengan Allah” Pdt Simon Irianto
Oleh: Erly
GBI Pasir Koja 39 Bandung