Renungan Harian (18 Nopember 2017)

PERGUMULAN DAN PENGHARAPAN

Mazmur 73:1-28

Mazmur 73:26. “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Mazmur ini membahas masalah yang menggelisahkan: seringkali kita melihat orang fasik makmur dan sepertinya beruntung, sedangkan orang yang melayani Tuhan tampaknya lebih menderita (ay. 13-14). Di perikop ini pemazmur menuliskan kondisinya yang tawar hati ketika ia membandingkan penderitaannya dengan ketenteraman dan kebahagiaan yang dialami banyak orang fasik.

Akan tetapi, keyakinannya kepada Allah dipulihkan tatkala Allah menyatakan akhir yang menyedihkan dari orang fasik dan berkat sesungguhnya yang tersedia bagi orang benar. Allah menunjukkan kepada pemazmur nasib orang fasik. Pada akhirnya semua orang benar akan berhasil dan menang bersama Allah, sedangkan orang fasik akan binasa.

Dalam hidup ini, jika kita menilai hal-hal hanya dari pandangan manusiawi yang terbatas, maka kita pasti akan menjadi kecewa dan putus asa. Oleh sebab itu kita harus berpegang penuh kepada firman Tuhan sehingga kita bisa tetap dapat percaya akan kebaikan dan keadilan Allah. Pemazmur menemukan sikap yang menuntun kepada kemenangan iman, yaitu sikapnya yang suka dekat pada Allah. Di dalam hidup yang penuh persoalan, yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah membangun hubungan yang intim dengan Allah.

Meskipun orang fasik seolah menjadi makmur, tetapi biarlah kiranya pengharapan, harta dan hidup kita adalah Allah saja. Seperti Paulus yang berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Flp. 1:21).

Doa: “Sungguh aku suka dekat dengan-Mu, ya Bapa. Aku menaruh tempat perlindunganku hanya kepada-Mu, Tuhan dan Allahku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …