Renungan Harian (03 Nopember 2017)

LAYAK BAGI ALLAH

Mazmur 148:1-14, Wahyu 4:11

Yohanes 15:13. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

Kau adalah darahku, kau adalah jantungku, kau adalah hidupku, lengkapi diriku, oh sayangku, kau begitu sempurna. Pernahkah Anda mendengarkan atau menyanyikan lagu tersebut? Ya, kalimat di atas adalah secuplik lirik dari lagu berjudul “Sempurna”. Lagu yang sangat romantis, yang berbicara tentang seseorang yang dianggap sempurna sebagai kekasih yang dicintainya, bahkan ia menyatakan kekasihnya adalah jiwanya sendiri atau dengan kata lain ia tidak dapat hidup tanpa kekasihnya.

Lalu bagaimana dengan Tuhan? Apakah kita mengasihi Tuhan? Apakah kita dapat memuji dan menyembah Tuhan dengan berkata, “Aku tidak dapat hidup tanpa-Mu Tuhan, Kau segalanya bagiku,” dengan arti kata yang sebenarnya? Kakak rohani saya bertanya, “Apa yang dapat membuatmu bersukacita? Prestasi atau persekutuan dengan Tuhan?” Kalimat sederhana yang menjadi bahan perenungan saya berhari-hari. Mudah mengucapkannya, tetapi pada pelaksanaannya secara sadar maupun tidak sadar, kita sulit melakukannya.

Ada sebuah lagu yang mungkin dapat menggambarkan cinta Tuhan kepada kita: When I Say that I Love You by: VOG.  Dalam lagu ini tertulis, saat AKU mengatakan AKU mencintaimu, itu berarti AKU memberikan  yang terbaik bagimu, memberikan segalanya bagimu, memberikan nyawa bagimu. Lagu yang romantis  karena bukan hanya gombalan belaka, tetapi kenyataan yang sudah terjadi bahwa Tuhan mencintai kita hingga rela mati di atas kayu salib.

Jika seseorang dapat memuji kekasihnya (yang mungkin telah atau akan mengecewakannya) dengan begitu romantis, kita seharusnya lebih daripada itu. Kekasih jiwa kita, Tuhan Yesus, tidak pernah mengecewakan kita, bahkan memberikan segalanya bagi kita. Ia layak mendapatkan sesuatu yang lebih dari lagu “Sempurna”, yaitu hidup dalam pujian dan penyembahan. Hidup benar dan kudus dengan satu alasan yaitu Tuhan Yesus sendiri. Jika terdapat seribu alasan untuk tidak menyembah Dia, maka akan ada alasan tak terhingga untuk tetap menyembah Dia.

Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, untuk kasih-Mu yang begitu besar yang telah Kau buktikan di atas kayu salib. Kami sungguh bersyukur dan berterima kasih. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …