Kisah Para Rasul 15:16-17 menuliskan, bahwa Tuhan akan kembali dan membangun kembali Pondok Daud yang telah roboh. Membangun di atas reruntuhan itu lebih susah dibandingkan membangun dari awal. Tidak mudah untuk membersihkan semua kebiasaan dan tata cara yang sudah bertahun-tahun dilakukan dan mengganti dengan aturan-aturan yang baru. Ada banyak tantangan, ada banyak ketidaksepakatan yang akan terjadi, karenanya diperlukan kerendahan hati untuk bisa diubahkan. Tetapi Tuhan mau melakukanmya (ayat 17) supaya orang lain mencari Tuhan, dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah mencari Dia.
Kualitas apa yang Daud bangun, sehingga Tuhan mau membangun kembali pondok Daud? Siapa Daud? Daud adalah orang yang tertolak, orang yang selalu tidak dianggap. Tetapi dalam segala keadaan, tidak satu kali pun Daud meninggalkan Tuhan. Dalam kemarahan, kesedihan, dan sukacita, selalu terucap mazmur dan pujian untuk Tuhan dari bibirnya. Daud sangat kaya akan penyembahan, karena Daud tahu betul siapa Tuhannya. Itulah model pondok Daud yang mau Tuhan bangun.
Tuhan tidak perlu performance (penampilan), tetapi Ia perlu orang yang benar-benar mengenal Allah. Yang Tuhan mau adalah hubungan yang benar dengan Allah. Penyembahan bukanlah formula atau soal bernyanyi saja, tetapi penyembahan berasal dari kata proskuneo, yang berarti mencium, seperti seekor anjing yang mencium tangan tuannya. Artinya penyembahan itu lahir dari sebuah hubungan. Mengapa jemaat tidak memuji dan menyembah Allah? Karena mereka tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah. Adalah tugas gembala untuk mendorong dan membangun jemaat untuk memiliki hubungan pribadi dengan Allah yang erat.
The Role Of The Platform
Amos 9:1a: “Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah,…”
Mezbah adalah tempat perjumpaan kita dengan Allah. Pertanyaanya, apa yang saat ini sedang kita bangun? Panggung atau mezbah? Berikut bedanya:
- Panggung membuat kita menuntut, mezbah membuat kita rela melepaskan bagi Allah.
- Panggung menghirup pujian, mezbah sunyi dari pujian,
- Panggung sekali dan habis, mezbah kekekalan.
- Panggung suatu kebanggan, mezbah ekspresi tahu diri.
- Panggung membuat kita merasa penting, mezbah membuat kita tersungkur dan gemetar
- Panggung tempat bintang beraksi, mezbah adalah tempat di mana ada air mata penyembahan.
Akhirnya yang akan dilahirkan dari sebuah penyembahan yang benar adalah seperti yang tertulis di Yesaya 60:3; 6-7. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu (ay.3). Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku. (ay.6-7)”
Kemuliaan Tuhan itu lebih sekedar tepuk tangan atau kemeriahan panggung. Jangan jadikan nilai gereja menjadi murah dengan standar duniawi. Bangun Pondok Daud mulai dari pribadi kita sendiri! Kenali Tuhan dengan membangun hubungan pribadi kita dengan Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Oleh: Erlina Ekowati
GBI Pasir Koja 39 Bandung