Bahan Care Cell Nopember 2017

Praise & Worship

Pertemuan 1

Pujian dari Orang Benar (The Praise of The Righteous) (Maz. 103:1-5)

  1. Pendahuluan
  1. Salah satu pepatah mengatakan “lupa kacang akan kulitnya”. Pepatah ini menggambarkan seseorang yang setelah berhasil lupa diri dan menjadi sombong. Ia melupakan orang-orang yang telah berbuat baik dan ikut berperan dalam keberhasilan yang dicapainya.
  2. Untuk menguatkan pesan supaya jangan melupakan orang yang telah berjasa pada kita, maka di berbagai masyarakat Indonesia diciptakanlah cerita-cerita khusus, seperti: Kisah si Malin Kundang.
  3. Daud pun mengingatkan dirinya dan umat Tuhan agar kita jangan melupakan kebaikan Tuhan (ay. 2), karena kebaikan Tuhan melampaui semua kebaikan yang kita terima dari siapa pun di dunia ini.

II. Kebaikan Tuhan yang harus selalu kita ingat

a. Kebaikan Tuhan yang pertama adalah memberi pengampunan pada kita (ay. 3a)

  • Daud pernah jatuh dalam dosa yang sangat serius tetapi Tuhan telah mengampuninya.
  • Kita pun sama, berdosa tetapi Tuhan pun telah mengampuni.
  • Tuhan Yesus berkata: “orang yang sadar bahwa ia telah banyak diampuni lebih banyak mengucap syukur dibandingkan dengan orang yang tidak menyadari bahwa ia telah banyak diampuni” (Luk. 7:41-43)

b. Kebaikan Tuhan berikutnya adalah menyembuhkan segala penyakit kita (ay. 3b)

  • Penyakit yang disembuhkan Tuhan tidak saja mencakup penyakit jasmani, tetapi juga penyakit pikiran, emosi, maupun hati kita.
  • Semasa hidupnya Tuhan Yesus telah menyembuhkan semua orang (Kis. 10:38), dan sampai hari ini Ia tetap melakukan hal yang sama.

c. Kebaikan Tuhan yang lain adalah Dia menebus kita dari lubang kubur kebinasaan dan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay. 4).

  • Lobang kubur kebinasaan (Ibrani = sachath) artinya kehancuran yang dalam/parah. Artinya Tuhan memulihkan hidup kita dari keadaan hancur: entah rohani, emosi, pikiran, keuangan, keluarga dan memberikan kita mahkota (memuliakan dan mengangkat kita kembali).

d. Memenuhi mulut kita dengan hal-hal yang baik (perkataan sukacita maupun makanan yang baik untuk dimakan)   sehingga kekuatan kita dipulihkan kembali seperti burung rajawali (ay. 5).

  • Rajawali adalah burung yang bisa mencapai usia 70 tahun. Namun pada usia 40 tahun rajawali mengalami perubahan besar. Paruhnya akan bertambah panjang dan membengkok sehingga sulit untuk memangsa makanan lagi. Cakarnya menjadi tua dan lemah, demikian juga bulunya.  Saat seperti itu, rajawali biasanya terbang ke puncak gunung. Lalu di sana ia membentur-benturkan paruhnya kebatu supaya sedikit demi sedikit paruhnya bisa lepas sehingga bisa tumbuh paruh yang baru. Demikian juga ia berusaha mencabut cakarnya dan bulunya yang sudah tua supaya tumbuh cakar dan bulu yang baru. Jika ia berhasil, maka ia bisa bertahan hidup 30 tahun lagi. Saat pergantian paruh, cakar dan bulu itulah disebut kekuatan rajawali dipulihkan kembali.
  • Tuhan menjadikan itu sebagai gambaran bagaimana Ia membarui kekuatan kita sehingga kita dapat melanjutkan kembali perjalan iman kita bersama Dia.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Menurut Anda, mengapa kita tidak boleh melupakan kebaikan Tuhan?
  2. Mintalah setiap anggota care cell untuk menceritakan kebaikan Tuhan yang mereka alami satu minggu terakhir?

Pertemuan 2

Woship as Life Style (Menyembah Tuhan adalah Gaya Hidup Anak Tuhan) (Yohanes 4:20-26)

I. Pendahuluan

  1. Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang terlihat melalui aktivitas dan apa yang diminatinya sehari-hari. Untuk melihat gaya hidup seseorang kita cukup melihat hal-hal apa saja yang ia lakukan setiap hari dan apa yang paling diminatinya setiap hari.
  2. Misalnya: gaya hidup materialis. Orang yang materialis dipastikan mengatur kegiatannya sehari-hari untuk mendapatkan lebih banyak uang dan benda-benda materi. Minatnya adalah bagaimana cara bisa meningkatkan pundi-pundi keuangan, sehingga bisa membeli lebih banyak lagi barang-barang mewah dan berbagai fasilitas hidup lainnya.

Pertanyaan:

Kalau begitu, apakah artinya kalau dikatakan “Menyembah Tuhan adalah gaya hidup anak Tuhan?”

II. Percakapan Yesus dengan Perempuan Samaria

  1. 4:7, kebiasaan mengambil air di kalangan perempuan, biasanya dilakukan dengan cara berkelompok. Namun perempuan ini mengambil air sendirian (ini memberikan kemungkinan perempuan ini dikucilkan kaumnya, karena gaya hidupnya, bandingkan dengan Yoh. 4:18).
  2. Mengapa perempuan ini memilih gaya hidup berganti-ganti pasangan? Kemungkinan itu adalah wujud dari upayanya untuk mencari kepuasan hidup. Ia begitu dahaga akan kepuasan hidup. Namun setelah berganti-ganti pasangan dan sekarang hidup dengan laki-laki yang bukan suaminya pun ia tetap tidak mendapatkan kepuasan hidup.
  3. Sejarah perkawinan yang suram dari perempuan ini dibongkar oleh Yesus. Pengetahuan Yesus akan latar-belakang kehidupannya, dan kemampuan-Nya membaca jiwa dan kehidupannya, membuat perempuan ini takjub. Sehingga ia menyebut Yesus adalah seorang nabi (Ay. 19).
  4. 4:20, penyebutan soal tempat ibadah di gunung Gerizim dan di Yerusalem, mungkin merupakan usaha perempuan ini ‘mengalihkan percakapan’ dari masalah moral menuju kepada masalah rohani. Mungkin saja ketakjubannya akan kuasa Yesus yang bisa membaca jiwa dan kehidupannya telah menimbulkan rasa haus atau kerinduan hati untuk mengenal Allah lebih dalam.
  5. Yesus menjawab bahwa:
  • Tempat bukanlah masalah untuk menyembah (Yoh. 4:21).
  • Penyembahan yang sejati baru terjadi bila si penyembah mengenal Allah yang benar (Yoh. 4:22). Penyembahan seperti itu disebut Yesus dengan istilah “menyembah Bapa di dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:23-24).

f. Yoh. 4:25, perempuan Samaria itu menjawab bahwa hanya Mesias yang dapat memberitahukan segala sesuatu termasuk memperkenalkan Allah yang benar.

g. Yoh. 4:26, Yesus menjawab bahwa Mesias yang dinantikan itu adalah Dirinya dan akhirnya perempuan Samaria itu percaya bahkan membawa banyak orang juga untuk percaya kepada Yesus.

III. Kesimpulan

  1. Manusia berusaha mencari kepuasan sejati dalam hidupnya. Untuk itu mereka mencoba berbagai cara/gaya hidup. Ada yang mencari kepuasan hidup dari materi, ada yang mencarinya dengan memuaskan hawa nafsu seperti perempuan Samaria.
  2. Tidak satu pun hal-hal itu dapat memuaskan hidup manusia.
  3. Kepuasan hidup yang sejati, hanya terjadi apabila manusia berjumpa secara pribadi dengan Allah dan menyembah Dia. Dan itu hanya terjadi apabila manusia berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Pertemuan 3

Pujian yang Melepaskan Belenggu (Kis. 16:19-34)

I. Pendahuluan

  1. Lazimnya orang yang sedang dirundung derita atau masalah akan menangis, bersedih. Bawaannya mengomel, mengeluh, marah, bahkan menyumpah serapah. Sulit untuk tertawa, bernyanyi, bersyukur atau memuji-muji Tuhan.
  2. Tidaklah demikian dengan Paulus dan Silas. Setelah didera berkali-kali mereka dimasukkan ke penjara. Itu pun penjara bagian tengah, dibelenggu pula. Maksudnya jelas, supaya mereka tidak bisa melarikan diri (ay. 22-24). Apa yang dilakukan Paulus dan Silas ketika mengalami penganiayaan tersebut? Alih-alih bersedih dan meratapi nasib, mereka malah berdoa dan melantunkan puji-pujian kepada Allah (ay. 25).

II. Pujian Melepaskan Belenggu

Saat Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, hal-hal yang ajaib terjadi:

  1. Terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua (ay. 26).
  2. Kepala penjara dan seisi rumahnya bertobat. (ay. 30-34).

III. Pelajaran Rohani untuk Kita Sekarang

  1. Bila kita sedang dirundung masalah bertubi-tubi tentu kita sedih, prihatin. Tetapi mari belajar dari Paulus dan Silas. Jangan berhenti pada prihatin dan bersedih. Melangkahlah lebih jauh, belajarlah bersyukur, belajarlah memuji Allah atas semua peristiwa sedih dan masalah yang kita alami.
  2. Maka kita akan mendapat kelepasan dan menjadi kesaksian yang hidup, yang bisa membawa orang kepada Tuhan Yesus. Ini pasti tidak mudah. Tapi percayalah pada kekuatan pujian kepada Allah. Dan tunggulah mukzijat-Nya.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Mintalah setiap anggota care cell menceritakan hal-hal yang patut mereka syukuri sepanjang satu minggu sebelumnya.
  2. Akhirilah pertemuan care cell dengan mengajak setiap anggota care cell untuk berdoa dengan ucapan syukur yang berlimpah-limpah.

Pertemuan 4

Practising Worship in Daily Life (Penyembahan yang Tulus dan Sungguh Berdampak dalam Kehidupan Sehari-hari) (Yoh. 4:23-24; Ibrani 13:15)

I. Pendahuluan

  1. Tidaklah selalu mudah untuk bersyukur, tetapi inilah cara bagaimana kita naik ke tingkatan iman yang lebih tinggi untuk hidup kita, untuk kota kita, dan juga untuk bangsa kita.
  2. Ucapan syukur mematahkan kuasa musuh. Setan dikalahkan ketika kita memiliki hati yang bersyukur karena ucapan syukur dalam masa kesulitan adalah persembahan yang menyenangkan bagi Tuhan dan memuliakan nama-Nya (Ibr. 13:15).
  3. Ayub telah memberikan pukulan besar pada setan saat ia tetap mengucap syukur di tengah-tengah penderitaan dan situasi yang sangat sulit (Ayub 1:20-22).

II. Ucapan Syukur, Iman dan Kemenangan

  1. Pengucapan syukur adalah suatu sikap hati yang menyebabkan timbulnya iman. Israel tidak mempunyai iman, karena mereka tidak mengucap syukur atas semua yang telah Allah kerjakan bagi mereka. Akibatnya, Israel mengalami kekalahan dan tidak berhasil masuk ke tanah perjanjian.
  2. Tidak adanya pengucapan syukur adalah langkah awal kejatuhan dan kemurtadan. Iblis awalnya adalah malaikat yang tinggi kedudukannya di sorga. Ia bukannya mengucap syukur kepada Allah atas semua yang telah Allah lakukan baginya, malah ia menuntut lebih banyak. Akhirnya ia jatuh dari kedudukannya yang tinggi.
  3. Memang benar, mustahil bagi kita untuk bisa berhasil (di sorga dan di atas bumi) tanpa hati yang bersyukur.

III. Hati yang Selalu Bersyukur Menyenangkan Allah

  1. Seorang ayah bisa saja meminta putra atau putrinya untuk melakukan suatu tugas, tetapi jika putra atau putrinya menaatinya dengan terpaksa, itu tidak akan mendatangkan kesukaan bagi sang ayah.
  2. Hal yang sama berlaku dalam hubungan kita dengan Bapa Surgawi kita.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Bagaimanakah cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan hati yang bersyukur kepada Allah setiap hari?
  2. Mintalah setiap anggota care cell untuk mengungkapkan pendapat mereka, hal-hal apa sajakah yang menghalangi anak-anak Tuhan tidak mengucap syukur?

Oleh: Ferry Simanjuntak

 

 

 

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …