Pernah terpikir apa yang akan kita kerjakan kelak nanti di surga baka?
Wahyu 7:9-17, memberikan gambaran kepada kita akan apa yg akan terjadi kelak di sana.
Wahyu 7:15a, “Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.”
Penyembahan bersifat kekal, tidak akan berhenti walau jaman berakhir.
Bagi kita orang percaya yang sudah pasti diselamatkan (jaminan keselamatan) selayaknya kita mempersiapkan diri dalam pelayanan yang akan kita kerjakan nanti di surga. Dalam pelayanan ibadah raya setiap hari Minggu, kami para pelayan Musik Pujian, mempersiapkan diri kami setiap hari kamis. Kami bersama-sama berdoa dan latihan musik dan pujian untuk mempersiapkan diri menghadapi pelayanan di setiap kebaktian umum yang ada. Analogi tersebut mengingatkan kepada kita sekalian orang- orang percaya untuk tetap “latihan” mempersiapkan diri kita untuk masuk dalam pelayanan sesungguhnya di dalam kekekalan. Latihan yang dimaksud adalah kehidupan kita saat ini yang harus dipenuhi dengan penyembahan, sehingga kita setiap saat “full charge” karena senantiasa “terkoneksi” dengan Allah yang adalah sumber kuasa itu. Maka tak akan ada kekosongan atau “low-batt” di dalam roh kita, kalau setiap saat roh kita menyembah Allah.
Makna kata setiap saat dalam penyembahan bukan berarti ketika ngantor kita berbahasa roh, atau ketika masak di dapur memejamkan mata dan menyembah. Bersyukur dari hati yang terdalam adalah sebuah bentuk penyembahan terbaik kita, roh kita terkoneksi dengan Allah yang adalah Roh. Jika kita selalu terkoneksi dengan Allah maka segala keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup yang berasal dari dunia akan menyingkir dari kehidupan kita.
Sudahkah anda bersyukur kepada Allah hari ini?
Oleh: Herlianto Langenjaya
GBI Pasir Koja 39 Bandung