TERGANTUNG HATI
2 Korintus 9:1-15
2 Korintus 9:7. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Prinsip menabur-menuai adalah suatu prinsip universal, berlaku bagi semua orang. Dan biasanya, apa yang dituai orang akan lebih besar/banyak daripada apa yang ditaburnya, baik itu dalam kebaikan maupun dalam hal yang buruk. Alkitab pun menyatakan “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung…” (Hosea 8:7). Contohnya, satu biji tomat saja bisa menumbuhkan satu pohon tomat dan menghasilkan banyak buah tomat.
Kita telah sering mendengar, bahwa kunci untuk diberkati adalah dengan terlebih dahulu menjadi berkat. Tetapi kadang prinsip itu menggoda kita untuk mengharapkan dan menunggu-nunggu balasan dari Tuhan saat kita memberi persembahan atau menolong orang lain. Jika kita menabur, kita memang pasti menuai. Tetapi dalam hal ‘memberi’ ini, kita harus ‘memberi’ dengan sikap hati yang benar. Kita memberi bukan dengan tujuan untuk memancing berkat Tuhan. Ketika kita memberi, Tuhan melihat hati kita, bukan seberapa besar pemberian atau persembahan kita.
Ketika seorang muda yang kaya bertanya kepada Tuhan Yesus tentang cara untuk memperoleh hidup yang kekal, dan dia telah menaati semua perintah Taurat, Tuhan Yesus menyuruhnya untuk memberikan semua hartanya kepada orang miskin. Yang diperintahkan Tuhan Yesus itu adalah supaya orang kaya itu mempunyai fokus dan prioritas yang benar. Ternyata kemudian orang kaya itu pergi dengan sedih. Terlihat bahwa hati orang kaya itu ada pada hartanya, bukan berfokus pada kekekalan.
Apabila kita telah memiliki sikap hati yang benar saat memberi, Tuhan akan melimpahkan berkat yang lebih besar dengan tujuan supaya kita bisa menjadi pemberi dan penyalur berkat yang lebih besar juga. Tuhan akan memberkati kita, bukan karena kita berhak mendapat balasan dari Tuhan, tetapi karena Tuhan tahu bahwa kita dapat dipercaya. (NK).
Doa: “Kami bersyukur kalau kami diberi kehormatan untuk ikut ambil bagian dalam pekerjaan-Mu melalui pemberian kami. Ajar kami untuk selalu tulus karena sesungguhnya semua yang ada pada kami adalah milik-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung