Renungan Harian (19 Oktober 2017)

PENDENGAR TERBAIK

Lukas 5:30-32

Lukas 5:32. “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Dalam salah satu bukunya (The Gospel Driven Life), Micahel Horton menegaskan kalau dia telah menemukan, bahwa pendengar terbaik yang telah siap bagi Injil adalah narapidana. Seorang pemimpin pelayanan penjara pernah berkata kepada Horton, bahwa berbicara tentang dosa mula-mula, pendamaian penggantian oleh Kristus, dan pembenaran yang diperhitungkan merupakan “menara gading” yang terlalu tinggi. Para narapidana mencari pemecahan praktis bagi masalah mereka. Tujuan akhir dari penjara adalah untuk membentuk ulang sesama kita supaya mereka dapat menjadi warga negara yang produktif setelah dibebaskan.

Namun, dari pengalaman Horton, para narapidanalah yang menerima hukum dan Injil paling baik dari semuanya. Mereka mengetahui bagaimana rasanya ditangkap, diadili, mengalami kekalahan dalam kasus, dan mendengar hakim membacakan keputusannya. Sungguh penting, bahwa Yesus tidak menargetkan orang-orang beragama, atau orang-orang yang yakin akan moralitasnya, tetapi “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk. 5:32).

Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th, adalah seorang hamba Tuhan yang selalu rindu agar semua orang diselamatkan lewat pelayanan Injil. Pelayanannya pun sampai ke gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dan ia melayani orang-orang Kristen yang tersandung kasus hukum di sana. Menurutnya, kabar baik itu harus diberitakan, dan mereka adalah sasaran dari Injil. Injil harus disampaikan walaupun secara jasmani kebebasan mereka diambil oleh kesalahannya. Dan Tuhan mengasihi mereka yang mau bertobat, dan Dia melayakkan kita,” cetusnya.

Mari kita tetap mengasihi mereka yang berstatus narapidana dan berdoa untuk pertobatan mereka.

Doa: “Kami berdoa kiranya Engkau mengurapi pelayanan hamba-hamba-Mu di penjara, sehingga para narapidana dapat bertobat dan kemudian Engkau pakai menjadi saksi-saksi-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …