Renungan Harian (18 Oktober 2017)

SEPERTI NYALA API

Filipi 2:12-17; Rom. 12:11

Roma 12:11. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Jim Elliot,  meninggal sebagai martir pada usia 28 tahun, dan buku-buku tentang kehidupannya yang ditulis oleh istrinya, Elisabeth Elliot, telah memicu gelombang pengiriman ribuan penginjil ke ladang-ladang penginjilan dan menggelorakan api semangat pengabdian bagi Allah. Ia adalah seorang Kristen yang penuh dengan semangat, dan memusatkan perhatiannya hanya untuk menyenangkan hati Allah, bukannya manusia.

Elliot menulis ketika ia masih kuliah di Wheaton College. “Dapatkah semangat saya terbakar? Tuhan, bebaskan saya dari keadaan seperti asbes yang tak mau menyala. Mengguyur saya dengan minyak dari Roh sehingga saya dapat terbakar. Namun, nyala api itu bersifat sementara, biasanya berumur pendek. Dapatkah kamu menghadapi umur yang pendek ini, hai jiwaku? Di dalam diriku, berdiam Roh dari Kristus yang perkasa, di mana cintanya kepada Allah telah menghanguskan-Nya.”

Apa yang menjadi rahasia di balik pelayanan seumur hidup Eliot? Apa yang membawanya melewati perlawanan, kesulitan, dan kekecewaan selama bertahun-tahun? Tiga sifat yang layak diperhatikan dari dirinya yaitu: optimismenya yang tak terpatahkan, kemampuannya untuk dapat memperhatikan kebutuhan sesamanya, dan keyakinannya yang teguh, bahwa Tuhanlah, bukan dirinya, yang dapat menyelamatkan jiwa seseorang sekaligus memegang kendali atas setiap peristiwa, baik maupun buruk.

Bagaimana dengan Anda?

Doa: “Kami berdoa, kiranya Roh-Mu terus membakar kami terus menerus, sehingga hidup kami terus menyala-nyala bagi pekabaran Injil Kerajaan-Mu, apa pun resikonya. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …