MENINGGALKAN SEGALA SESUATU
Roma 4:16-25
Roma 4:20 “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,”
Albert Schweitzer lahir pada tahun 1875 di Alsace Hulu. Sewaktu kecil, ia sering sakit-sakitan dan terlambat dalam baca tulis. Ketika berusia 8 tahun, ia mampu bermain organ dengan baik. Setelah tumbuh dewasa, kecerdasannya makin menonjol dan ia berhasil mendapat 3 gelar Ph.D. dalam bidang filsafat, teologi dan teori musik. Di usia 30 tahun kariernya terus menanjak. Ia ikut konser musik di Eropa dan menjadi penulis buku. Masa depannya sangat cemerlang.
Suatu hari, ia membaca artikel tentang Kongo yang berbunyi, “Sementara kita sibuk khotbah, orang-orang ini menderita sakit dan mati di depan kita tanpa kita berbuat apa-apa.” Artikel itu disertai dengan foto anak-anak Kongo yang menderita dan orang-orang sekarat karena kurang gizi. Schweitzer tersentak dan tergerak untuk berbuat sesuatu. Sekalipun sudah memiliki 3 gelar doktor, ia memutuskan kuliah lagi di fakultas kedokteran. Rencananya setelah selesai ia mau berangkat ke Kongo, tetapi teman-temannya menghalangi dan menyarankan agar ia menyumbang uang saja, jadi tidak perlu susah-susah berangkat ke Afrika dan meninggalkan karier cemerlangnya.
Pada tahun 1913, ia bersama istrinya memutuskan berangkat ke Kongo untuk melayani orang-orang sakit dan menderita selama 50 tahun. Ia rela meninggalkan sesuatu di belakang karena ia mengasihi Tuhan dan ingin melayani orang-orang menderita di Kongo.
Tidak semua kita dipanggil untuk meninggalkan karier kita untuk menjadi misionaris seperti Schweitzer. Namun, setiap kita harus belajar memberi bahkan berkorban bagi Kerajaan Allah. Kita dapat menggunakan waktu, perhatian, kasih, harta kita demi orang-orang membutuhkan kasih dan juga dapat disalurkan dalam gereja. Kita dapat menggunakan keahlian dan talenta kita untuk dapat melayani Tuhan. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau belajar memberi dan melayani orang-orang di sekitar kami dengan bakat dan talenta yang kami miliki. Amin.”.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung