Renungan Harian (07 Oktober 2017)

MELAYANI ADALAH KEHORMATAN

Filipi 2:6-11

Filipi 3:8. “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”

Kesediaan hati Jim Yost membuat Allah leluasa memakainya. Jim dan istrinya memutuskan untuk pergi ke suku Sawi di pedalaman Papua. Meninggalkan budaya dan gaya hidup Amerika merupakan pergumulan tersendiri bagi Jim Yost. Menurutnya situasi di Amerika atau di kota sangat berbeda dengan Papua. Pelayanan di kota itu enak, terlalu mudah untuk bergantung pada orang lain. Sementara pelayanan di hutan belantara, tinggal seorang diri beserta keluarga, terpencil, kepada siapa bergantung, selain kepada Tuhan saja. Jim memutuskan untuk membakar semua jembatan yang mengantarnya kembali ke Amerika.

“Saya banyak mendengar tentang kegiatan misi dalam jangka pendek, yang mereka sebut sebagai misi kunjungan. Itu baik dan dapat sedikit menolong. Tetapi untuk menghasilkan pekerjaan yang besar dan bertahan lama, harus ada orang yang bertahan hidup lama di suatu wilayah dan tinggal terus menerus, menyatu dengan masyarakat setempat. Itulah yang saya lakukan untuk menghilangkan identitas Amerika saya. saya menyatu dengan suku Sawi untuk mengambil nilai-nilai hidup mereka, untuk saya jadikan nilai-nilai hidup saya sendiri,” ungkap Jim.

Pekerjaan besar dihasilkan oleh orang yang total menyerahkan dirinya untuk pekerjaan itu. Tuhan Yesus mengosongkan diri dan menjadi sama dengan manusia, sehingga Dia berhasil dalam misinya. Itulah yang dilakukan Jim Yost, ia mengosongkan diri dan berserah hanya pada Allah saja.

Kemana pun Tuhan mengutus kita, selayaknya kita berserah total pada pimpinan Roh Kudus. Mungkin Tuhan hanya mengutus kita ke tetangga atau tempat di mana kita bekerja, yang terpenting adalah kita bergantung pada Allah dan memutuskan semua jembatan yang mengantarkan kita pada kepentingan dan keegoisan kita. Maukah kita mengosongkan diri bagi dunia ini dan memberkatinya?

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau mengosongkan diri kami dan biarlah Engkau memenuhi kami, agar dunia dapat diberkati lewat kehidupan kami. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …