KELUARGA INJURY TIME
Matius 6:31-34
Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Jarum pendek pada lingkaran di dinding telah menujuk pada angka enam. Tetapi makhluk yang disebut ayah – ibu – anak, keempatnya masih saja melipat tubuhnya di kasur. Tidakkah mereka akan terlambat tiba di sekolah atau kantor? Hari itu hari Minggu. Toh, ibadah di gereja kebanyakan diadakan setidaknya tiga kali dalam satu hari Minggu. Masih bisa pilih ibadah siang kalau kesiangan bangun. Masih bisa pilih ibadah sore, kalau siangnya mau ke mall dulu. Mau meringkuk lebih lama lagi di balik dekapan kain selimut? Terserah saja! Hari Minggu ‘kan hari nya keluarga! It’s a Family Day! Let’s be a lazzy family on Sunday!
Banyak ayah bisa mendisiplin diri agar tak terlambat ke kantor. Para ibu pun setiap hari berusaha menjaga anaknya tetap on time tiba di sekolah. Tapi bagaimana saat hari Minggu? Santai saja, ini kan hari Minggu! Anak dibebaskan bangun siang setelah pada Sabtu mereka dikenyangkan dengan mengkonsumsi TV plus video game hingga larut malam.
Seperti semua hari, hari Minggu adalah harinya Tuhan! Tuhan mau agar kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Salah satunya ialah dengan disiplin beribadah di hari Minggu. Jangan tiba di gereja saat sudah mendekati Pengkhotbah naik mimbar. “Ah, ‘ga apa–apa Mam, masih pujian terakhir tuh! Belum telat banget kok kita!”
Bahkan banyak keluarga tetap tenang dan tanpa malu mengisi kursi deret depan lantaran terlambat hadir saat pendeta memasukki point ke-dua dalam khotbahnya. Dan karena banyak dan seringnya keluarga yang seperti itu, alangkah serunya jika kita juluki ayah–ibu–anak yang seperti itu dengan “Keluarga Injury Time”, yang hobby datang beribadah di saat–saat injury. Bagaimana kita mau mengalami berkat jasmani , rohani dan sukacita sorga dalam rumah tangga, jika keluarga kita tidak pernah mendahulukan Kerajaan Allah? (NK).
Doa: “Ampuni kami, ya Tuhan. Kami kerap menyepelekan waktu-waktu ibadah kami. Kami mau bertobat dan menempatkan Engkau sebagai yang utama di atas segalanya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung