Renungan Harian (23 September 2017)

PAYING THE PAPER

2 Korintus 5:17

2 Korintus 5:17. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Film “Paying the Paper” menceritakan seorang ayah yang sangat marah karena kematian putrinya. Gadis itu meninggal dalam sebuah kecelakaan, karena ia mengemudi mobil dalam keadaan mabuk. Karena sangat menyayangi anaknya, si ayah tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Ia menyalahkan Tuhan bahkan menyalahkan orang yang telah menjual minuman keras. Setiap malam ia mendatangi bar dan diskotik terdekat untuk menanyakan apakah ada yang mengenal anaknya dan siapa yang telah menjual miras kepadanya. Namun tak satu pun yang mengaku mengenal anaknya. Sampai akhirnya, pria itu putus asa. Lalu ia membuka lemari pakaian, di mana ia juga menaruh beberapa botol Wisky di sana. Ia sangat terkejut saat menemukan secarik kertas di dalam lemari itu. ”Ayah, aku bawa sebotol wisky Ayah, tak keberatan kan? Aku akan meminumnya bersama teman-temanku…”

Seseorang yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah seseorang memiliki status sebagai manusia baru (2 Kor. 5:17). Sebuah status yang dianugerahkan Allah, namun tetap menuntut tanggung jawab manusia untuk menjalani status tersebut. Kenyataan menunjukkan meskipun seseorang telah menjadi ciptaan baru, namun kebiasaan-kebiasaan manusia lama masih sulit dihilangkan. Di sinilah perlunya penerapan disiplin rohani, yaitu supaya kebiasaan-kebiasaan lama kita diubah dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan status kita yang baru.

Richard Foster mengatakan, bahwa disiplin rohani adalah kegiatan, sendiri maupun bersama, yang kita lakukan sebagai cara untuk menempatkan diri kita di hadapan Tuhan agar Ia dapat bekerja di dalam diri kita. Disiplin rohani adalah aktifitas-aktifitas orang percaya yang dilakukan dalam menabur benih dalam Roh (Gal. 6:8). Jadi tujuan disiplin rohani adalah menciptakan struktur kebiasaan rohani dalam hidup kita. (NK).

Doa: “Roh Kudus, bawa kami terus di dalam proses disiplin rohani yang akan membawa kami kepada kemuliaan Kristus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …