BEJANA RETAK
Roma 9:20-21
Roma 9:20. “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
Seorang pembawa air di India memiliki dua bejana besar. Masing-masing digantungkan di lehernya. Salah satu bejana memiliki retakan di salah satu sisinya, bejana yang lain sempurna dan selalu dapat membawa air seukuran penuh bejana tersebut. Di akhir perjalanan dari sungai ke rumah, bejana yang retak itu hanya dapat membawa air setengah dari bejana yang sempurna. Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari. Tentu saja, sang bejana yang retak merasa malu akan cacatnya dan merasa sedih karena ia hanya dapat membawa setengah porsi air. Setengah dari untuk apa ia diciptakan.
Sang bejana yang retak berbicara kepada wanita pembawa air, “Aku malu dan ingin minta maaf kepadamu. Aku hanya bisa membawa setengah dari volume air yang seharusnya aku bawa, karena cacat di tubuhku ini membuat air bocor di sepanjang jalan menuju rumahmu. Karena cacatku ini, dirimu harus bekerja lebih keras, dan usahamu tidak sepenuhnya menghasilkan,” kata si bejana.
Wanita pembawa air itu berbicara kepada sang bejana, “Apakah kamu menyadari bahwa di sepanjang jalan yang kau lalui terdapat bunga-bunga yang indah? Hal itu terjadi karena aku selalu tahu mengenai cacatmu, dan karenanya aku menanam bibit bunga di sepanjang jalan yang kau lewati. Setiap hari ketika kita berjalan pulang, tanpa sadar air yang bocor darimu menyirami bunga-bunga di sepanjang jalan. Selama dua tahun, Aku dapat memetik bunga-bunga yang indah untuk menghiasi meja. Tanpa dirimu yang tetap menjadi dirimu apa adanya, tidak akan ada keindahan bunga-bunga di rumahku.”
Seiring kerasnya kehidupan, seringkali kita mendapati diri kita cacat dan retak, tidak sempurna di pemandangan mata kita sendiri. Namun, Pencipta kita tahu persis kelemahan kita. Ia akan memakai kelemahan kita sesuai dengan rencana-Nya yang jauh lebih indah dari apa yang dapat kita pikirkan. Bersyukurlah atas semua yang pernah kita lalui, dan percaya, bahwa Allah akan memakai semuanya untuk kemuliaan nama-Nya.
Doa: “Kami percaya, bahwa Engkau dapat memakai kami untuk kemuliaan-Mu, apa pun keberadaan kami, ya Allah. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung