GADIS KECIL
2 Raja-raja 5:1-18
2 Raja-raja 5:2. “Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.”
Raja Aram memiliki panglima tentara yang menjadi kesayangan raja. Panglima perang Naaman yang selalu berhasil dalam perjalanan peperangannya. Namun, Naaman berpenyakit kusta. Suatu kali gerombolan tentara Aram menawan seorang anak perempuan Israel. Tidak banyak keterangan yang ditulis dalam Alkitab tentang dirinya. Namanya tidak pernah disebut sekalipun. Alkitab hanya mencatat, ia adalah seorang anak perempuan Israel yang ditawan oleh orang Aram. Dia dijadikan pelayan oleh isteri panglima perang Aram, yaitu Naaman. Sepak terjangnya pun hanya berupa catatan kecil saja. Dia hanya menyampaikan tentang imannya kepada Allah Israel. 2 Raja-raja 5:3, berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” Inilah pernyataan iman. Dia tidak merujuk pada tabib tetapi seorang nabi yang dipakai Allah. Hal ini dilakukannya karena dia mengenal Allah Israel dengan benar. Semua anak bangsa Israel sudah diajari tentang Allah yang benar.
Nampaknya mungkin sepele apa yang dilakukan gadis ini. Tetapi mari kita renungkan, seorang gadis tiba-tiba ditawan dan dibawa jauh dari rumahnya. Dia dipisahkan dari orangtua dan keluarganya. Kemudian dijadikan pelayan. Mungkin saja di hatinya ada kemarahan. Namun kemarahan tidak menguasainya. Ketika melihat tuannya berpenyakit kusta dan penyakit itu tidak tersembuhkan, gadis ini tidak apatis. Dia menceritakan, bahwa di Samaria ada nabi Allah yang sanggup menyembuhkan. Dia sudah bersaksi tentang Allah Israel.
Gadis kecil ini tidak saja menjadi pahlawan bagi Naaman, tetapi bagi kerajaan Allah. Alkitab mencatat Naaman menjadi orang yang percaya pada Allah Israel (2 Raja-raja 5:17-18). Mungkin bukan sesuatu yang besar yang kita rencanakan, namun kebiasaan yang baik yang akan memuliakan Tuhan, yaitu setia pada kebenaran akan menjadikan kita “pahlawan” bagi Kerajaan Allah.
Doa: “Ajar kami untuk mengenal-Mu dengan benar. Kami rindu untuk Engkau pakai menjadi alat bagi kemuliaan-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung