….Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian dan kemudian aku akan menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang kalau terpaksa aku mati biarlah aku mati….(Ester 4:16b)
Seseorang dapat disebut pahlawan ketika ia mau mengorbankan kepentingan dirinya, kenyamanan bahkan hidupnya bagi kepentingan orang lain. Ester adalah salah satu yang pantas mendapatkannya. Sebagai seorang ratu kesayangan raja, Ester bisa menikmati semua yang terbaik dalam hidupnya. Tetapi dia mengambil resiko untuk mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan bangsanya dari rencana jahat Haman. Sejarah menuliskan bagaimana Tuhan memakai seorang wanita yang sederhana berasal dari negara jajahan, untuk mengubah rencana pembasmian etnis Yahudi menjadi kemenangan gilang gemilang; bahkan sang tokoh di balik semua rencana jahat ini, mati di atas tiang gantungan yang telah dia sediakan untuk Mordekhai paman Ester seorang Yahudi yang saleh yang mengasuh dan membimbing Ester. Sampai hari ini orang-orang Yahudi merayakan peristiwa ini sebagai hari raya Purim dengan meriah setiap hari ke-14 bulan Adar.
Kisah yang memunculkan peristiwa kepahlawan yang lain yaitu kisah tentang Rut. Rut adalah wanita yang sederhana, tidak seperti Ester yang menjadi ratu; Rut hanya seorang janda bahkan perempuan asing, namun memberi yang terbaik pada mertuanya Naomi. Rut bekerja keras dan mengorbankan dirinya untuk menghidupi diri dan mertuanya. Perbuatannya yang luar biasa ini mendapat penghargaan dari Tuhan dan manusia, Boaz seorang kaya yang takut akan Tuhan mengambil dia menjadi istri dan kemudian mereka menjadi kakek buyut raja Daud, bahkan menjadi nenek moyang Tuhan Yesus. Alkitab menuliskan wanita-wanita hebat lain yang membuat sejarah dalam hidupnya seperti Debora, Rahab, Maria ibu Yesus dan banyak wanita lain yang karena kesetiaan, kebaikan dan pengorbanannya membawa dampak bagi orang sekitarnya bahkan bagi bangsa.
Untuk menjadi seorang pahlawan kita tidak harus mempunyai status sosial yang tinggi, kekayaan dan pendidikan yang hebat. Sikap hati dan kesediaan untuk berkorban, serta memberi yang terbaik bisa membuat kita menjadi pahlawan, paling tidak buat keluarga atau orang-orang yang dekat di sekitar kita. Banyak wanita-wanita hebat yang mengorbankan kesenangannya demi membangun hidup anak-anaknya sehingga mereka bertumbuh menjadi orang-orang sukses. Banyak pula wanita-wanita yang bersahaja yang membantu suami untuk mencukupi nafkah, membanting tulang, memeras keringat, bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik bagi keturunannya, inipun layak disebut pahlawan. Di masa kini memang sulit menemukan orang-orang seperti itu, bersediakah Anda menjadi pembuat sejarah dalam hidup kita?
Oleh: Pdt. Simon irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung