Bahan Care Cell Agustus 2017

PAHLAWAN WANITA DALAM ALKITAB

Pertemuan 1

Debora Wanita Perkasa. (Hakim 4:1-10)

Saat Debora menjadi hakim, Israel sedang meninggalkan Tuhan. Akibatnya, Tuhan menyerahkan bangsa Israel ke dalam tangan musuh dan ditindas 20 tahun lamanya. Namun di tengah-tengah kesulitan Debora telah menjadi berkat bagi bangsanya, dengan cara:

  1. Debora menjadi “problem solver” (ay. 4-5)

Orang Israel menghadap Debora untuk berhakim. Fungsi seorang hakim pada waktu itu adalah untuk memberi nasihat dan jalan keluar bagi berbagai persoalan hidup yang sedang dialami. Untuk dapat memberi nasihat yang memberi jalan keluar seseorang tentu harus memiliki hikmat Tuhan.

Semua anggota care cell dapat menjadi problem solver mulai di keluarga, sekolah, kampus, pelayanan, jika Anda memiliki hikmat Tuhan. Hikmat datang apabila hati kita dipenuhi firman Tuhan.

  1. Debora memiliki kepekaan mendengar suara Tuhan (ay. 6-7)

Di tengah-tengah keadaan yang sangat sulit, adalah hal yang sangat penting untuk mendengar suara Tuhan dan mendapatkan pimpinan-Nya. Israel sedang ditindas oleh musuh yang sangat kuat dan bengis. Tetapi Debora mendengar suara Tuhan, bahwa sudah waktunya untuk bangkit. Dan peperangan melawan musuh harus dipimpin oleh Barak bin Abinoam.

Untuk bisa mendengar suara Tuhan Anda harus membangun hubungan yang intim setiap hari dengan Tuhan melalui doa, pujian penyembahan dan membaca Alkitab, dan memiliki jadwal yang rutin berpuasa.

  1. Debora melakukan peperangan rohani (ay. 8-10)

Debora bukan saja memberi nasihat tetapi ikut dalam peperangan. Peperangan itu adalah gambaran peperangan rohani yang dihadapi oleh orang percaya sekarang. Orang percaya juga memiliki musuh-musuh rohani yang harus diperangi. Karena itu, setiap hari orang percaya juga terlibat dalam peperangan rohani.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Dari 3 karakter Debora, manakah yang telah menjadi karakter Anda? Coba ceritakan!
  2. Dari 3 karakter Debora, manakan yang belum menjadi karakter Anda? Apa komitmen Anda!

Pertemuan 2

Rahab Wanita Pemberani (Yosua 2:1-24)

Rahab adalah seorang wanita berdosa (perempuan sundal) seorang kafir, tetapi mengakui Allah Israel sebagai Allah yang sejati. Jelas bahwa pada awal kehidupannya, tidak ada gambaran yang baik dari kehidupan Rahab, namun di hadapan Tuhan, Rahab diberi Roh yang luar biasa dan justru menggambarkan sebagai pahlawan iman bagi kita.

Pelajaran berharga apa yang dapat kita ambil dari kehidupan Rahab?

  1. Rahab memiliki iman (ay. 9).  Rahab menyimpan dalam hatinya kesaksian dari kedasyatan Allah Israel.  Bukan hanya itu saja, dia mempercayai Allah Israel.  Rahab belum kenal bahkan mungkin belum pernah mengalami pengalaman-pengalaman  indah bersama Allah Israel, namun dia mempercayai apa yang sudah ia dengar.  Inilah iman yang luar biasa yang dapat dikatakan melebihi iman dari kita orang yang sudah percaya Yesus. Kita harus mempercayai apa yang kita dengar tentang Yesus dan semua yang dikerjakan-Nya dalam hidup kita.
  2. Rahab bertindak dengan iman (ay. 4-6).  Rahab berani melawan perintah raja Yerikho dan pastinya dia siap menanggung segala resiko dari keputusannya. Dengan menyembunyikan mata-mata, dia menghadapi resiko untuk dibunuh. Rahab menyadari betul bahwa ia butuh langkah iman untuk keluar dari keadaan sulitnya. Orang Kristen juga tidak cukup hanya beriman, tetapi selanjutnya ia harus berani bertindak dengan iman.
  3. Rahab adalah pemenang jiwa (ay. 12-13). Rahab tidak hanya memikirkan keselamatan bagi dirinya. Ia memperjuangkan keselamatan keluarganya juga. Setelah kota Yerikho dihancurkan, kita mendapat catatan bahwa keluarga Rahab tidak ikut dibinasakan (Yos. 6:24-25).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Iman yang sejati adalah iman yang bertindak. Menurut Anda, mengapa iman harus disertai tindakan?
  2. Orang beriman selalu senang memenangkan jiwa. Mintalah anggota Care Cell untuk menceritakan pengalaman mereka memenangkan jiwa!

Pertemuan 3

Abigail Wanita Bijak (1 Sam. 25:2-38)

Abigail dan Nabal bukan pasangan yang serasi. Abigail terlalu baik untuk Nabal, sedangkan Nabal terlalu buruk untuk Abigail. Memang, Nabal punya banyak uang. Jadi ia memandang dirinya sebagai orang yang sangat penting. Di dalam Alkitab, hampir tidak ada tokoh lain yang dibicarakan dengan sebutan sehina Nabal. Namanya saja berarti ”Degil”, atau ”Bodoh”. Tingkah lakunya sesuai dengan nama itu. Nabal ”kasar dan jahat perbuatan-perbuatannya”. Ia suka menindas dan mabuk-mabukan, sehingga ditakuti dan tidak disukai oleh banyak orang.

Walaupun ia hidup bersama suami yang seperti itu, tetapi Abigail tetap memiliki sifat dan karakter yang luhur dalam hidupnya, yaitu

  1. Ia adalah seorang yang bijak (ay. 3).

Dalam bahasa Inggris disebut ‘of good understanding’ artinya seseorang yang mempunyai pengertian yang baik.  Bijak karena memiliki pengertian yang baik telah membuat Abigail dapat menyelamatkan suami dan keluarganya dari ancaman penumpasan 400 tentara Daud yang terpancing amarahnya karena sikap kurang ajar dan tidak berterima kasih dari suaminya.

Tindakan Abigail sebenarnya tidak hanya menyelamatkan suami dan keluarganya, tetapi juga telah mencegah Daud dari tindakan brutal menumpahkan darah. Hal itu diakui oleh Daud sendiri (1 Sam. 25:33-35).

  1. Ia adalah seorang yang rendah hati.

Kerendahatiannya terlihat karena ia bersedia mendengar nasehat dari bujangnya (ay. 14-17). Dan kemudian segera bertindak mewakili suaminya untuk memohon maaf atas kejahatan yang telah dilakukan oleh suaminya (ay. 18-27).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Walaupun Abigail hidup bersama orang yang tidak takut Tuhan, tetapi ia tetap memiliki sifat dan karakter yang luhur dalam hidupnya. Menurut Anda bagaimana kita tetap dapat mempertahankan kelakuan kita bersih di tengah dunia yang berdosa?
  2. Menurut Anda, bagaimana kita dapat menerapkan sifat yang luhur yang dimiliki Abigail dalam kehidupan kita sendiri secara pribadi?

Pertemuan 4

Perempuan Sunem yang Percaya dan Melayani. (2 Raja 4:8-37)

Beberapa karakter yang terpuji dari perempuan Sunem dalam kisah ini adalah

1. Sangat menghormati suaminya.

Penghormatan terhadap suaminya diperlihatkan dengan selalu mengambil keputusan dengan cara berunding dengan suaminya, tidak bertindak sendiri ( ay 9, ay 22). Padahal suaminya sudah tua (ay. 10). Isteri yang menghormati suami bukanlah isteri yang membuat keputusan sendiri, tetapi senantiasa berkonsultasi kepada suaminya.

  1. Sangat menghormati Abdi Allah (hamba Tuhan).

Penghormatannya terhadap hamba Tuhan (Elisa) adalah dengan cara: menjamu Elisa (ay. 8), membangun kamar peristirahatan khusus dan segala perlengkapannya untuk Elisa (ay. 9-10).  Tentu saja untuk tindakannya tersebut, ia harus rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit jumlahnya.

  1. Motivasinya tulus tatkala melakukan kebaikan.

Saat ia melakukan semua tindakan baik kepada Elisa (hamba Tuhan), ia tidak memiliki motivasi untuk mendapatkan imbalan atau balasan. Ia melakukan semuanya dengan tulus. Hanya sangat disayangkan bahwa perempuan Sunem itu tidak mempunyai anak. Ketulusannya akhirnya berbuah manis, karena Allah memberi mujizat kepadanya. Akhirnya ia mengandung dan melahirkan anak (ay. 11-17).

  1. Mengharapkan hal-hal yang besar terjadi dalam hidupnya.

Alur pengharapan perempuan Sunem ini dapat diringkas sebagai berikut: perempuan Sunem awalnya pasti ingin punya anak. Bertahun-tahun menunggu sampai lelah, bosan, tidak juga kunjung punya anak. Lama-lama harapan untuk punya anak sudah dikubur dalam-dalam. Tiba-tiba ada hamba Tuhan menubuatkan dia akan punya anak. Harapan yang sudah terkubur dalam-dalam itu, tetap jadi harapan yang mati. Ekspresinya adalah; ketidakpercayaan terhadap nubuatan. Tetapi akhirnya walau tidak percaya, ia hamil juga dan harapannya bangkit kembali. Lalu anaknya dilahirkan dengan selamat. Ia membesarkan anaknya dengan sukacita. Setelah besar anak itu mati. Pada tahap ini kita bisa membayangkan kepedihan hati perempuan Sunem ini.

Saat seperti itu ia menjumpai Elisa dan ngotot, agar Elia ikut bersamanya. Dengan meminta Elisa ikut bersamanya menunjukkan bahwa ia punya harapan yang sangat kuat akan kebangkitan anaknya dari kematian. Dan anaknya dibangkitkan dari kematian (ay. 32-37).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Apakah yang paling mengena ke hati Anda melalui kisah perempuan Sunem tersebut. Ceritakanlah!
  2. Menurut Anda, dapatkah orang percaya mengharapkan perkara-perkara besar terjadi sekarang ini dalam hidup mereka?

Oleh: Ferry Simanjuntak

 

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …