Renungan Harian (28 Juli 2017)

KISAH SANG PENEBANG POHON

Lukas 10:38-42

Lukas 10:42. “Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Suatu hari hiduplah seorang penebang pohon. Ia bergabung dengan sebuah usaha perkayuan. Bayarannya cukup baik, sehingga ia bertekad untuk melakukan yang terbaik. Bosnya memberikan ia sebuah kapak dan menunjukkan kepadanya dimana ia harus bekerja.

Hari pertama, ia menebang 18 pohon. “Selamat!” kata bosnya, “Sekarang pergilah ke daerah berikutnya.” Karena sangat termotivasi oleh pujian bosnya, sang penebang pohon itu berusaha lebih keras lagi. Namun kali ini ia hanya berhasil menebang 15 pohon. Hari ketiga, ia mengeluarkan tenaga lebih keras lagi namun kali ini lebih parah, hanya 10 pohon yang ia dapatkan. Hari demi hari semakin sedikit pohon yang berhasil ia tebang.

“Sepertinya saya harus ke dokter. Saya kurang sehat, kekuatan saya tak sebesar hari pertama.” Kata sang penebang pohon kepada bosnya. “Kapan terakhir kalinya kamu menajamkan kapakmu?” tanya bosnya. “Menajamkan kapak? Saya tidak ada waktu pak, saya terlalu sibuk menebang pohon.”

Terkadang kehidupan kita pun seperti sang penebang pohon dalam kisah di atas. Kita terlalu sibuk dengan kehidupan sehari-hari, sehingga kita tidak mengambil waktu untuk menajamkan “kapak” kita. Dalam kehidupan modern ini, semua orang kelihatannya sangat sibuk, namun hasilnya kurang terlihat, seperti sang penebang pohon. Kita lupa menajamkan “kapak” rohani kita.

Tidak ada salahnya sibuk dan bekerja keras. Tetapi janganlah terlalu sibuk, sehingga kita mengabaikan hal yang utama dalam kehidupan kita. Seperti mengambil saat teduh dan mendekat kepada Sang Pencipta. Ingatlah terobosan rohani, kesehatan, jaminan pemeliharaan Tuhan Anda dapatkan di hadirat-Nya. Dia yang akan mengajar kita untuk menjadi produktif ketika kita menajamkan kapak rohani kita.

Doa: “Kiranya Engkau menolong kami, ya Roh Kudus untuk kembali menyediakan waktu mengasah kapak rohani kami, lewat perenungan akan firman Tuhan dan doa. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …