Renungan Harian (15 Juli 2017)

PENANTIAN YANG PASTI

Keluaran 17:9-16

Yosua 11:23. “Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosua pun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.”

Yosua terlahir sebagai pejuang. Ia memulai kariernya sebagai pemimpin peperangan dan mencetak kemenangan pada perang pertamanya. Diawali dengan nubuatan Musa atas dirinya dan nubuatan tersebut benar-benar mengubah arah hidupnya. Apakah lantas karirnya terus naik? Tidak, justru Yosua menjalani profesi sehari-hari sebagai asisten atau abdinya Musa. Saat ia menunggui tuannya naik ke gunung Sinai untuk bertemu Allah, ia belajar setia dan berusaha menjadi pengamat yang baik. Tempat perhentiannya di lereng gunung yang sepi itulah menjadi tempat terbaik yang pernah dialaminya sepanjang hidupnya. Jika ia berada di bawah gunung bersama pemimpin dan umat Israel lainnya yang tidak sabar menantikan kedatangan Musa dan malah membuat allah baru bagi mereka, tentu jalan hidup Yosua bisa saja menjadi berbeda. Beginilah cara Tuhan mempersiapkan dirinya demi memegang peranan yang lebih besar lagi.

Apakah Anda juga pernah mengalami hal yang sama seperti Yosua? Mungkin Tuhan pernah mewahyukan sesuatu melalui nubuatan, mimpi atau penglihatan, bahwa Anda dipanggil untuk melakukan suatu pelayanan yang sangat besar. Dan seperti Yosua yang menjalani hidup murni sebagai pelayan Musa sepulangnya dari peperangan, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda akan menyampaikan perkara besar kepada orang-orang sejelas mimpi atau penglihatan yang Anda dapatkan. Pelayanan Anda sekarang tidak lebih daripada penantian panjang, namun ingatlah bahwa itu adalah gambaran sebenarnya tentang bagaimana Tuhan sedang bekerja atas diri Anda. Inilah proses pengabdian yang selalu akan dialami oleh setiap hamba Tuhan yang diurapi-Nya untuk sebuah pelayanan besar.

Buah dari proses ini adalah kesetiaan dan ketekunan disertai percaya, bahwa ada pengharapan dalam penantian yang pasti. Tetaplah setia melayani dalam kerendahan hati!

Doa: “Allah Bapa, kami percaya, bahwa setiap proses yang Engkau ijinkan kami lewati adalah cara-Mu yang indah untuk mempersiapkan kami menjadi hamba-hamba-Mu yang cakap dan setia. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …