Renungan Harian (05 Juli 2017)

TANAH PERJANJIAN

Yosua 23:1-16

Ibrani 4:3. “Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.”

Kecuali Yosua dan Kaleb, satu generasi bangsa Israel tidak menikmati tanah perjanjian,  yang dijanjikan Allah atas mereka. Kanaan memang telah dijanjikan sebagai harta pusaka mereka, dan tanah ini telah berulang-ulang dijanjikan kepada nenek moyang mereka, namun mereka tidak pernah menerimanya. Mengapa? Karena mereka mengeraskan hati, bersungut-sungut, dan memberontak kepada Allah. Mereka tidak memiliki iman, sehingga mereka tidak menerima apa yang Allah janjikan. Firman Tuhan mengatakan, bahwa tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6).

Iman lah yang membuat seseorang mampu taat akan perintah-Nya. Orang yang tidak taat akan Allah itu sama saja dengan mengatakan, bahwa ia tidak percaya akan pimpinan dan kedaulatan Allah atas hidupnya. Orang yang mengeraskan hati dan menolak firman Tuhan berarti ia lebih percaya dan mengandalkan dirinya sendiri, seolah-olah Tuhan tidak berkuasa sedikit pun atas hidupnya. Orang yang bersungut-sungut menandakan ia tidak mempercayai janji  dan kasih Allah atasnya, bahwa Allah baik dan hanya ingin memberikan yang terbaik bagi orang yang dikasihinya.

Hal yang dialami bangsa Israel dapat dialami oleh kita. Kristus telah menyediakan bagi  kita segala berkat rohani di tempat tinggi (Efesus 1:3), namun jika kita tidak mempercayai Allah dan tidak menaati setiap proses dan perintah-Nya, maka kita tidak akan dapat memperoleh apa yang telah diwariskan-Nya.

Kristus menebus kita bukan hanya untuk kita masuk sorga saja, tetapi supaya kita mengalami kehidupan yang penuh dengan kelimpahan dan kemenangan. Ada sasaran yang harus kita tuju, ada pertandingan untuk dimenangkan, ada upah yang harus diraih dan ada mahkota untuk diperoleh. Oleh sebab itu, marilah kita terus teguh di dalam iman, pengharapan dan kasih kepada Allah, sehingga kita mengakhiri hidup kita dengan sebuah kesaksian, “Satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagiku.” (Yosua 23:14).

Doa: “Roh Kudus, kuatkan dan teguhkan kami, agar kami terus berpegang kepada iman dan pengharapan kami akan Allah. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …