JADILAH SUAMI DAN AYAH YANG BIJAKSANA
1 Samuel 25:2-3
1 Samuel 25:3. “Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya.”
Nabal dan Abigail bukanlah pasangan yang serasi. Alkitab menggambarkan, bahwa Nabal adalah seorang kaya dengan sifat kasar dan jahat, sedangkan istrinya Abigail adalah seorang perempuan yang bijak dan cantik. Hampir saja Daud membunuh Nabal sebagai akibat dari ucapannya yang kasar dan merendahkan Daud. Beruntung, bahwa istrinya Abigail dengan bijaksana berhasil meredakan kemarahan Daud. Ia memberikan berbagai macam persembahan sebagai upaya untuk meredakan kemarahan Daud. Nyawa Nabal diselamatkan karena perbuatan Abigail, istrinya.
Kisah Daud, Nabal dan Abigail ini hendaklah menjadi sebuah pembelajaran bagi setiap kita, khususnya para suami. Hendaklah setiap suami berhati-hati dengan setiap perkataan yang keluar dari mulutnya. Hati boleh panas tetapi kepala harus tetap dingin. Semarah dan sejengkel apa pun, belajarlah untuk tetap mengontrol setiap perkataan yang diucapkan kepada istri, anak-anak maupun orang-orang di sekitar kita.
Sekaya dan sehebat apa pun Anda, hendaklah setiap suami belajar untuk tetap rendah hati dan tidak sombong. Belajarlah berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Jadilah suami yang mau mendengar dan menghargai pendapat dari istrinya, terlebih jika Tuhan mengaruniakan seorang istri yang bijak. Biarlah para suami senantiasa dipenuhi dengan kuasa Tuhan dan kasih Ilahi, sehingga di manapun dan dalam situasi apapun, setiap suami dapat senantiasa mengendalikan setiap perkataan dan perbuatannya.
Doa: “Allah Roh Kudus, tolonglah aku untuk senantiasa mengendalikan setiap perkataan yang keluar dari mulutku dan perbuatan yang aku lakukan, sehingga menjadi berkat bagi orang-orang sekitarku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung