Renungan Harian (01 Juni 2017)

DUA ORANG BAHAGIA

1 Petrus 3:1-7

Ibrani 13:4. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”

Rina (bukan nama sebenarnya) merasa kecewa dengan pernikahannya, yang telah dia jalani sekitar 13 tahun. Sebagai anak perempuan satu-satunya, dalam pernikahannya ia berharap  sang suami akan memanjakannya. Namun, pada kenyataannya sebagai seorang istri, dia harus melayani suami dan keluarga. Ketika suaminya sibuk di kantor, dia tidak terima bahkan sering mengancam untuk bercerai. Suatu kali dia bertemu dengan teman pria lamanya. Ketidakdewasaan menyeretnya pada perselingkuhan. Kebohongan demi kebohongan dia utarakan untuk menutupi kesalahannya. Hingga satu kali dia tak bisa lagi mengelak. Seluruh perselingkuhannya terbongkar. Akhirnya dia harus kehilangan keluarganya.

Kita harus menyadari, bahwa tujuan pernikahan bukanlah supaya bahagia. Pernikahan yang benar adalah dua orang yang bahagia bersatu untuk saling membahagiakan. Hidup bukan untuk menuntut orang lain tetapi menuntut diri sendiri untuk membahagiakan orang lain. Jangan menikah kalau Anda belum bahagia apalagi jika hanya ingin dibahagiakan.

Allah memiliki tujuan yang mulia dalam pernikahan setiap anak-anak-Nya. Sepatutnya anak-anak Tuhan memiliki tanggung jawab untuk berintegritas terhadap janji pernikahan yang diucapkan dihadapan Allah, para hamba-Nya dan jemaat Allah. Paulus menasehati agar anak-anak Tuhan penuh  hormat terhadap pernikahan.

Sebelum Anda menikah, bereskan masalah pribadi Anda dengan datang pada Tuhan Yesus dan teruslah bertumbuh dalam iman. Bila Anda sudah menikah dan tidak bahagia dengan pernikahan Anda, datanglah pada Tuhan Yesus yang berkuasa memberi jalan keluar. Mintalah bimbingan dari para rohaniawan di gereja. Dengan rendah hati ijinkanlah Roh Kudus memimpin kehidupan pernikahan Anda.

Doa: “Roh Kudus, bawa kami untuk bertumbuh dalam iman dan pengenalan kami akan Allah, agar kami menjadi pribadi yang lebih lagi mampu untuk membahagiaan keluarga kami. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …