GROOMING THE NEXT YOU (Artikel Bebas)

PASSING-THE-BATONApakah yang dimaksudkan dengan grooming? Salah satu dari beberapa arti kata grooming yang saya temukan adalah : To prepare, as for a specific position or purpose. Atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah untuk mempersiapkan seseorang untuk sebuah posisi atau tujuan tertentu. Grooming juga dapat diartikan sebagai aktivitas mendandani diri. Jadi, grooming the next you berarti mempersiapkan atau mendandani seseorang yang akan menggantikan Anda, atau bahasa simpelnya adalah kaderisasi, sehingga penerus kita kelak siap menerima tongkat estafet kepemimpinan, tanpa adanya penurunan kualitas, bahkan mampu melakukan hal-hal yang jauh lebih hebat daripada generasi sebelumnya.

Dalam perumpamaan tentang talenta di Matius 25:14-30, Tuhan menyebut kedua hamba pemilik 2 dan 5 talenta yang melipatgandakannya sebagai, “Hambaku yang baik dan setia.” Hal ini berarti, di mata Tuhan, KESETIAAN itu identik dengan multiplikasi (pelipatgandaan), dan bukan bicara tentang berapa lama kita sudah melayani.

John Maxwel mengatakan, bahwa tidak ada sukses yang sejati tanpa adanya orang lain yang meneruskan (success is not a success, without a successor). Dalam mempersiapkan pemimpin berikutnya, maka kita perlu memberi mereka:

  1. KESEMPATAN.

Anda bisa mencapai posisi Anda saat ini, karena ada orang-orang yang mengambil resiko untuk memberi Anda sebuah kesempatan, bukan? Karena itu, jangan pernah ragu untuk memberi kesempatan bagi orang lain untuk mengemban sebuah tanggung jawab, dan sediakan ruang bagi terjadinya sebuah kesalahan, karena kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran.

  1. TANTANGAN.

Tantang mereka untuk memperbesar kapasitas mereka. Beri mereka bimbingan secara perlahan dan dengan arahan. Jangan cebloskan mereka ke dalam sebuah tantangan, tetapi kemudian Anda biarkan mereka berjuang sendirian. Mereka harus didampingi dan secara berkala, beri mereka umpan balik. Jika mereka melakukannya dengan baik, beri mereka pujian. Jika mereka melakukan sebuah kesalahan, beri mereka masukan secara jelas di mana letak kesalahan mereka, lalu beri kesempatan untuk memperbaikinya.

  1. HUBUNGAN.

Pelayanan itu sarat dengan hubungan dan perasaan, karena bangunlah jembatan yang menghubungan satu sama lain, dan bukan tembok. Tunjukkan kasih dan keperdulian Anda bukan hanya sebatas pelayanan, tetapi juga pada kehidupan pribadi mereka.

PERILAKU SEORANG “GROOMER”

Selain ketiga hal yang di atas, sebagai seorang groomer, kita perlu memiliki beberapa perilaku, seperti yang tercermin pada 2 Timotius 2:2:

  1. MENCERMATI POTENSI.

Kata mencermati berarti memperhatikan dengan seksama, teliti dan penuh minat. Jadi mencermati potensi berarti dengan sengaja melihat dan mengobservasi kekuatan/talenta/kemampuan seseorang. Dalam 1 Raja-raja 19:19, Elia melihat bahwa Elisa adalah seorang yang memiliki kemampuan menggembalakan di atas rata-rata dan terbiasa menggembalakan lembu di ladang yang besar. Setelah mencermati potensi Elisa, maka tanpa ragu Elia pun melemparkan jubahnya kepada Elisa.

  1. MEMBAGIKAN ILMU.

Prinsip Ilmu adalah semakin dibagikan, maka justru ilmu Anda akan bertambah. Karena saat Anda membagikan ilmu, maka otomatis Anda akan juga didorong untuk kembali belajar.

  1. MENJADI TELADAN.

Seorang pemimpin yang baik akan mendorong orang lain untuk lebih semangat, lebih terinspirasi akan apa yang dia lakukan, mendukung visi dan percaya kepadanya. Sebaliknya, bila seorang pemimpin tidak dapat dipercaya, bagaimana anggota mau tunduk dan antusias?

  1. SIKAP HATI.

Ada 2 sikap hati yang harus Anda miliki, yaitu murah hati dan rendah hati. Orang yang murah hati berarti memiliki kebiasaan untuk memberi tanpa mengharapkan suatu imbal balik. Memberi pimpinan memerlukan sikap yang rela tanpa merasa terpaksa (1 Petrus 5:2). Semua manusia pasti memiliki kelemahan dan tidak ada yang sempurna, sehingga dibutuhkan kerendahan hati dalam menerima kritik atau masukan dari generasi di bawah Anda.

Ada 4 langkah yang bisa kita terapkan dalam mempersiapkan/mengkaderisasi:

  1. Fase I do + You watch + We talk (Saya melakukannya, Anda memperhatikan, lalu kita berdiskusi)

Dalam fase ini, adalah fase di mana Anda memberi contoh, sedangkan mereka mengamati.

  1. Fase I do + You help + We talk (Saya melakukan, Anda membantu, lalu kita berdiskusi)

Ini adalah fase uji coba kemampuan. Dalam fase ini, Anda mulai memberi mereka tanggung jawab sebagai asisten. Dengan membantu Anda, mereka akan dapat belajar lebih banyak hal lagi.

  1. Fase You do + I help + We talk (Anda melakukan, saya membantu, lalu kita berdiskusi )

Fase delegasi. Beri mereka bagian lebih besar dan terbang yang lebih banyak. Beri mereka umpan balik secara detail dan berkala.

  1. Fase You do + I watch + We talk (Anda melakukan, saya melihat, lalu kita berdiskusi)

Pada fase ini, mereka siap untuk menerima tongkat estafet dari Anda.

Selamat mengkaderisasi! Mari bersama-sama kita naik ke level yang jauh lebih tinggi di tahun 2015.

Sumber: Click 2014

Oleh: Bhernadethe Siregar

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …