TUHAN, AKU MAU….
Matius 28:19-20
Matius 28:20b. “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Tuhan, aku mau pergi ke mana pun Engkau suruh (kecuali ke tempat jorok dan menakutkan). Aku akan melakukan apa pun yang Engaku minta (asal jangan suruh aku berjabat tangan dengan penderita kusta atau memimpin sebuah kelompok kecil). Aku adalah hamba-Mu, biarlah kehendak-Mu yang terjadi di dalam hidupku (selama itu tetap nyaman aku rasakan). Amin.”
Doa yang lain di bibir dan lain di hati. Berapa banyak dari kita yang kerap berdoa seperti itu? Seolah-olah kita bisa menipu Roh Kudus, padahal Ia ada di dalam hati kita dan tidak ada yang tersembunyi dari-Nya. Memang sejujurnya, menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Allah yang tidak dapat kita lihat, dan kepada Allah yang dapat meminta kita untuk melakukan hal-hal yang memerlukan iman dan meninggalkan kenyamanan, bukanlah hal yang mudah, bahkan menakutkan.
Adakalanya Ia memanggil kita ke dalam peperangan rohani yang memiliki resiko. Sering Ia memanggil kita untuk memerangi rasa puas diri, rasa takut dan ketidakmauan kita untuk keluar dari kenyamanan kita. Mungkin Ia meminta kita untuk memimpin suatu kelompok care cell, membagikan kesaksian kita kepada tetangga kita, meminta kita untuk mengasihi rekan kerja yang kasar, atau menunjukkan belas kepada seorang yang kekurangan. Seringkali di sana letak peperangan terbesar kita.
Tetapi, jika Anda ingin mengalami pekerjaan Allah yang lebih besar dalam hidup Anda, ambilah keputusan bulat untuk mempercayakan hidup Anda kepada-Nya. Roh Kudus yang ada di dalam diri Anda akan memampukan Anda untuk membalikkan rasa takut dan ketidakmauan Anda menjadi iman dan semangat. Ingat, Ia memperlengkapi dan memberi kuasa kepada orang-orang yang dipanggil-Nya dan kemudian menyertai kita hingga akhir zaman.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menyerahkan hidup kami sepenuhnya kepada-Mu. Mampukan kami, ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung