Renungan Harian (28 Mei 2017)

BUAH YANG TAK TERDUGA

Amsal 27:5

Amsal 27:5. “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.”

“Anak-anak, buah apa saja yang huruf awalnya B?”, tanya Bu Guru. “Belimbing Bu!”, “Blueberry Bu!”, teriak anak-anak.

Kemudian, suasana kelas menjadi hening karena anak-anak bingung buah apa lagi dari huruf B. Bila kita memaknai kata buah secara lebih luas maka sebenarnya ada begitu banyak yang bisa disebut sebagai buah. Marilah kita memaknai buah sebagai sesuatu yang bermanfaat baik bagi kita, agar dengan demikian, maka pikiran kita akan lebih terbuka, apalagi bila memaknainya secara filosofis.

Apakah petai atau pete itu termasuk buah atau biji? Bingung bukan? Petai sebenarnya biji, tapi orang sering menyebutnya buah. Biji bunga matahari dimanfaatkan sebagai makanan berupa kuaci dan juga bisa diolah menjadi minyak yang bermanfaat dan sehat. Di sekeliling kita ada banyak hal tak terduga yang merupakan “buah” yang baik dan bermanfaat.

Mungkin kehidupan kita tidak menghasilkan “buah” yang enak dilihat dan manis dimakan. Barangkali “buah” kehidupan kita ibarat seperti petai, yang keras dan berbau tidak sedap, tapi disukai orang. Buah bukan sekedar yang manis-manis, tapi buah yang terkesan pahit tetaplah buah yang berguna bagi Kerajaan Allah.

Orang yang suka menegur suatu kesalahan seringkali dianggap orang yang keras dan jahat. Padahal belum tentu demikian. Nats Alkitab di atas mengajarkan kita untuk memandang teguran sebagai sesuatu yang baik. Itulah buah yang juga berguna bagi kemajuan kita, meskipun rasanya tidak enak dan bisa membuat kenyamanan kita terganggu. (NK).

Doa: “Biarlah kami memiliki hati yang lembut, yang terbuka untuk ditegur, agar hidup kami semakin memuliakan-Mu.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …