SAKSI YANG SETIA
Kisah Para Rasul 4:23-31
Kisah Para Rasul 4:31. “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
Pada tanggal 13 Juni 1793, William Carey dan istrinya, Dorothy, bersama keempat anak mereka dan seorang pengasuh bayi berlayar dari Inggris menuju India. Dengan pendidikannya yang sederhana, ia sebenarnya tidak punya keahlian apa-apa dalam pelayanan misi kecuali keyakinan, bahwa Tuhan telah memanggilnya untuk memberikan hidupnya demi “pertobatan orang-orang asing.”
Pelayanannya yang tidak pernah padam selama 40 tahun di India memberikan hasil yang luar biasa. Di bawah pengarahannya, Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa India dan dialeknya. Ia mendirikan gereja di seluruh kawasan delta Sungai Gangga, dan bahkan mengirim misionaris ke bangsa-bangsa lain. Ia juga mengorganisasi suatu lembaga sekolah untuk anak-anak India dan mendirikan Perguruan Tinggi Serampore. Ia mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang-orang kusta dan sekolah misionari untuk rakyat jelata. Mengkoordinir suatu gerakan penginjilan sedunia.
Setiap tahun pada hari ulang tahunnya, Carey mengevaluasi kembali kehidupannya dan melihat kemajuan rohaninya. Pada tahun 1819, ia mengaku, “Saya berumur 58 tahun pada hari ini, namun masih sedikit yang sudah saya lakukan untuk Tuhan.” Semua pencobaan yang dialami Carey selama pelayanannya –kematian istrinya, kebakaran yang menghancurkan Serampore Press, sakit berat yang diderita istri keduanya, dan kematian anak pertamanya,– tidak membuatnya undur dari pelayanannya. Ketika sudah dekat dengan kematiannya pada 1834, ia meminta Alexander Duff, misionaris dari Skotlandia, untuk mendekat dan ia berbisik, “Mr. Dufff, kalau saya sudah tidak ada, jangan lagi bicara tentang Dr. Carey, bicaralah tentang pekerjaan penginjilan Dr. Carey!”
Firman Tuhan berkata agar kita memiliki roh yang menyala-nyala, itu yang akan membuat kita mampu melayani Tuhan dengan setia. Tidak ada satupun dapat menghalangi kerinduan mereka melayani Tuhan. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, penuhi kami dengan kuasa Roh-Mu, agar kami dapat terus melayani-Mu tanpa undur. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung