MENDUSTAI ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 5:1-11
Kisah Para Rasul 5:3. “Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?”
Jika semua orang percaya kala itu menjual milik kepunyaan mereka dan menyerahkan semuanya di bawah kaki para rasul, tetapi Ananias dan Safira tidak demikian. Mereka menjual sebidang tanah milik mereka tetapi mereka menahan sebagian hasilnya dan menyerahkan sisanya kepada rasul-rasul dengan mengatakan, bahwa semua hasil penjualannya yang diserahkan. Menahan dalam bahasa Yunani “nosphizomai”, yang berari menggelapkan sebagian dengan diam-diam untuk kepentingan diri sendiri.
Tidak masalah jika seseorang hanya memberi dalam jumlah yang kecil atau hanya sebagian dari yang dipunyai. Bahkan tidak masalah jika Ananias tidak memberikan miliknya kepada Tuhan. Yang menjadi masalah adalah ketika ia mendustai Roh Kudus, seolah-olah Roh Kudus tidak akan tahu apa yang ia ambil secara diam-diam.
Sungguh miris sekali, jika kita mengambil materi yang dipercayakan kepada kita untuk tujuan pelayanan bagi kepentingan pribadi kita. Atau hidup dalam pelayanan yang pura-pura, seolah-olah memberikan seluruh hidupnya bagi Allah, akan tetapi sesungguhnya mengambil keuntungan dari pelayanan kita. Mengatasnamakan kehendak Allah padahal demi ambisi pribadi kita. Ini adalah perbuatan-perbuatan yang mendustai Roh Kudus.
Roh Kudus tidak dapat kita ajak kompromi untuk melakukan kejahatan. Bukan Roh Kudus yang harus menyelaraskan kehendak-Nya dengan kehendak kita, tetapi sebaliknya kitalah yang harus menyelaraskan aktivitas dan motivasi pelayanan kita sesuai dengan kehendak-Nya. Pelayanan bukanlah aktivitas kita, melainkan aktivitas Roh Kudus melalui kita.
Doa: “Roh Kudus ampuni kami yang memiliki motivasi dan tindakan yang jahat yang mendustai-Mu. Sucikan dan murnikan kami kembali dengan darah Kristus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung