KUASA UNTUK MENJADI SAKSI
Kisah Para Rasul 1:1-8
Kisah Para Rasul 1:8. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Untuk murid-murid Yesus, waktu-waktu sesudah Yesus disalib adalah waktu-waktu yang sangat membingungkan. Yesus telah ditangkap, disalibkan, dan bangkit. Mereka mengalami berbagai macam emosi, dari kesedihan yang sangat menjadi kegembiraan yang luar biasa. Kini mereka bersiap-siap untuk melihat apa yang akan terjadi. Apakah ini waktunya Yesus memulihkan kerajaan bagi Israel? Mereka telah berada di bawah kekuasaan Roma begitu lama, sehingga mereka sangat merindukan kebebasan.
Namun Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka. Yesus hanya menjawab agar mereka tidak usah mengkhawatirkan hal itu. Namun, mereka akan tetap memerlukan kuasa yang dari Roh Kudus. Roh Kudus tidak hanya akan menghibur kita seperti dijelaskan Yohanes 14. Roh Kudus juga memampukan kita untuk menjadi saksi. Saksi adalah seseorang yang menyaksikan dan mengalami sesuatu dengan mata kepala sendiri.
Seberapa besar kuasa yang dicurahkan? Melalui kuasa-Nya, 120 orang sederhana mampu menyebarkan Injil ke seluruh dunia, melakukan tanda-tanda dan mujizat yang menakjubkan. Kuasa yang sama bekerja dalam kita. Kita memiliki kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi Yesus Kristus. Melalui kesaksian kita, kita mempengaruhi lebih banyak orang daripada yang kita dapat bayangkan. Kita juga memiliki kuasa untuk mempengaruhi generasi berikutnya. Tapi warisan rohani apa yang kita tinggalkan? Apa yang dikatakan generasi berikutnya mengenai hidup kita dalam Allah?
Hendaknya hal ini menjadi bahan perenungan kita dalam mengikut Kristus dan menjadi saksi-Nya. Tuhan memberkati.
Doa: “Tuhan Yesus, urapi dan penuhi kami dengan kuasa Roh-Mu, agar hidup kami mewariskan kesaksian akan kuasa dan kebesaran-Mu kepada semua orang yang kami temui. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung