Renungan Harian (01 Mei 2017)

HUKUMAN TERKEJAM

Kisah para rasul 10:44-48

1 Korintus 12:3. “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.”

Orang Kristen baru saja merayakan Paskah. Mengapa lambang salib begitu penting bagi orang-orang kristen? Menurut pandangan Kristiani, salib merupakan karya Kristus dalam membebaskan manusia dari hukuman dosa. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Hukuman salib merupakan hukuman terkejam di dunia yang berasal dari Persia. Hukuman salib itu berarti orang yang terhukum digantung di kayu salib dengan cara tangan dan kakinya diikat, diangkat dari bumi, dibiarkan mati lemas di tiang tanpa darah mengotori bumi. Esensi penyaliban bukanlah kematian itu sendiri, melainkan penderitaan saat menjelang kematian. Berbeda dengan cara eksekusi terpidana mati pada masa sekarang. Proses penyaliban memerlukan waktu yang relatif lama. Saat-saat penderitaan pun menjadi panjang dibandingkan hukuman gantung, kursi listrik, suntikan mati, kamar gas, pancung dan lain sebagainya yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja menjelang kematian. Sedangkan penyaliban membutuhkan waktu berjam-jam. Tergantung di salib, dijemur panas matahari, menjadi tontonan orang banyak sebagai peringatan .

Sedangkan yang Tuhan Yesus alami jauh lebih kejam dari yang pernah terjadi, siksaan dialami sebelum penyaliban, olok-olokkan, dan Tuhan Yesus dipaku kaki dan tangannya. Kekejaman ini Tuhan Yesus alami setimpal dengan perbuatan dosa manusia, segala dosa dan kejijikan ditimpakan pada Tuhan Yesus, karena tidak ada satu pribadi pun yang mampu menanggung hukuman akibat dosa. Ketika hukuman dosa ditanggung dikayu salib, Roh Kudus dicurahkan. Dosa sudah dibereskan, saatnya kita orang percaya hidup dipenuhi Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus bagi kita, dibayar mahal oleh Tuhan Yesus di kayu salib.

Doa: “Terima kasih untuk harga yang mahal yang telah Kau bayar bagi penebusan dosaku, Tuhan Yesus. Kini kami mau hidup bagi-Mu dalam pimpinan Roh-Mu yang kudus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …