ROH KUDUS
Pertemuan 1
Roh Kudus Dalam Pelayanan (Kis. 2:14-21)
- Roh Kudus memakai orang percaya untuk memenangkan jiwa (ayat 14)
Membawa jiwa-jiwa kepada keselamatan adalah fokus Roh Kudus. Pada waktu itu Roh Kudus memakai Simon Petrus untuk memberitakan Injil dan memenangkan 3.000 jiwa (ay. 41). Petrus adalah orang yang sama yang beberapa hari sebelumnya telah menyangkal Tuhan Yesus. Tetapi ia kemudian dipulihkan ke dalam pelayanan oleh Tuhan Yesus sendiri (Yoh. 21:15-19).
Apapun latar belakang dan kegagalan kita sebelumnya tidaklah penting, asal kita mau memberi diri untuk dipakai Roh Kudus, Ia dapat memakai kita untuk memenangkan jiwa. Setiap anggota Care Cell dapat dipakai oleh Roh Kudus untuk memenangkan jiwa, baik anak-anak, remaja (teruna), maupun orang-orang tua (Kis. 2:17-18).
- Roh Kudus memberkati firman Tuhan yang kita pakai saat bersaksi (ayat 16-21)
Dalam pemberitaan Injil, Petrus mengutip banyak firman Tuhan seperti dari Kitab Yoel 2:28-32, Mazmur 16:8-11 dan Mazmur 110:1. Artinya, pemberitaan Injil yang kita lakukan haruslah bertumpu pada firman Tuhan. Karena hanya apabila firman Tuhan diberitakan maka iman datang ke dalam hati orang yang mendengarnya (Rm. 10:17).
Itu sebabnya, semua anggota Care Cell harus terdidik dalam firman Tuhan sehingga dapat memberitakan Injil secara efektif.
- Roh Kudus memberkati kesaksian hidup kita saat kita bersaksi pada orang lain (ayat 32)
Selain firman Tuhan, Simon Petrus juga memakai kesaksian hidupnya secara pribadi saat memberitakan Injil. Roh Kudus juga dapat memakai kesaksian hidup pribadi kita untuk memenangkan jiwa.
Kesaksian pribadi kita saat memberitakan Injil umumnya mengisahkan tiga hal: a) Bagaimana hidup Anda sebelum percaya Yesus, b) Dalam peristiwa apa Anda percaya Yesus, dan c) Perubahan yang terjadi di dalam diri Anda sesudah percaya Yesus.
Contoh orang yang juga memakai kesaksian hidupnya untuk memberitakan Injil adalah Paulus. Paulus mengisahkan bahwa sebelum ia percaya Yesus adalah seorang yang sangat ganas dan telah menganiaya serta membunuh banyak orang Kristen, tetapi dalam perjalanan ke Damsyik Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam cahaya yang menyilaukan dan membuat dia buta. Setelah ia percaya Tuhan mengubah hidupnya sehingga dia menjadi seorang yang giat memberitakan Injil.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah setiap anggota Care Cell menuliskan secara singkat tentang kesaksian hidup mereka masing-masing yang terdiri dari: a) Bagaimana hidup mereka sebelum percaya Yesus, b) Dalam peristiwa apa mereka percaya Yesus, c) Perubahan apa yang terjadi di dalam diri mereka sesudah percaya Yesus.
- Jika masing-masing anggoa Care Cell telah menuliskannya, mintalah mereka satu-persatu mengungkapkannya sebagai bagian dari latihan untuk bersaksi dan setelah itu mintalah mereka untuk melatih terus kesaksian itu sampai mereka betul-betul bisa menjiwainya dan dapat memakaianya bersaksi kepada orang lain.
Pertemuan 2
Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Sehari-hari (Rm. 8:26-28)
- Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan kita (ayat 26-27)
Roh Kudus telah diutus membantu orang percaya dapat mengatasi kelemahan-kelemahan mereka, sehingga kelemahan-kelemahan itu tidak menjadi penghalang untuk mereka bisa memuliakan Tuhan dalam setiap segi kehidupannya. Contoh dalam ayat ini adalah kelemahan dalam doa. Menurut ayat ini, sebenarnya kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh Kudus menolong kita sehingga dapat berdoa secara efektif sesuai kehendak Allah.
Kalau kita dengan rendah hati mau menyerahkan semua kelemahan kita kepada Roh Kudus, Ia akan dengan senang hati menolong kita mengatasinya. Contoh: Musa. Menurut pengakuannya, Musa adalah seorang yang gagap dan tidak pandai bicara (Kel. 4:10). Tetapi saat ia menyerahkan kelemahannya, Tuhan malah memakai dia untuk berbicara kepada Firaun dan melepaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
- Roh Kudus bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (ayat 28)
Setiap orang pasti memiliki pengalaman hidup beraneka ragam: mulai dari yang menyenangkan, indah, manis, sampai kepada yang pahit, getir dan menyakitkan. Banyak di antara kita ketika dihadapkan pada pengalaman-pengalaman hidup yang tidak mengenakkan seperti masalah, ujian, kegagalan, penderitaan, tekanan, kesengsaraan, sakit-penyakit, krisis dan sebagainya cenderung memiliki respons negatif. Kecewa, putus asa, marah, mengeluh dan bersungut-sungut. Sikap-sikap yang demikian justru akan menjadi penghalang utama kita berjalan dalam rencana Allah. Padahal, adakalanya Tuhan memakai peristiwa-peristiwa yang menurut penilaian kita sebagai hal yang buruk tersebut sebagai cara dan sarana untuk membentuk, mempersiapkan dan menggenapkan rencana-Nya.
Ayat nas menyatakan bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu. Kata segala sesuatu berarti segala situasi dan kondisi, termasuk hal-hal yang buruk dan tidak mengenakkan sekalipun. Karena itu penting sekali kita belajar memahami cara Tuhan bekerja, karena Ia tidak pernah menjanjikan bahwa hidup orang percaya itu bebas dari masalah. Ingat! Tanpa melewati ombak dan gelombang tidak akan pernah dihasilkan seorang nahkoda yang handal! Justru di balik masalah selalu ada maksud dan rencana Tuhan yang indah, salah satunya adalah untuk menarik kita semakin mendekat kepada-Nya dan belajar bergantung kepada-Nya.
Jika masalah, ujian atau penderitaan itu seijin Tuhan, hal itu pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita. “…sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.” (Ayub 5:17-18). Sebaliknya jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan mulus seringkali membuat kita terlena, imanpun tidak bekerja secara maksimal.
- Roh Kudus mendewasakan karakter orang percaya (ayat 29-30)
Kebaikan yang hendak dicapai melalui berbagai masalah, kegagalan, penderitaan, tekanan, kesengsaraan, krisis, ujian dalam hidup itu adalah untuk mendewasakan karakter kita, sehingga kita menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Seperti tukang perak yang terus membakar biji-biji peraknya sehingga setiap kotoran keluar sampai akhirnya di dalam perak itu ia dapat bercermin. Demikianlah didikan Allah dalam kehidupan orang percaya, sampai rupa Tuhan Yesus dapat dipantulkan melalui kehidupan kita.
Pertanyaan dan Penerapan
- Ajaklah anggota Care Cell untuk menceritakan pengalaman hidup mereka yang berat tetapi melaluinya Tuhan telah membentuk karakter mereka.
- Berdoalah bagi setiap anggota Care Cell yang sedang dalam ujian, tekanan, atau masalah supaya mereka berkemenangan!
Pertemuan 3
Fresh annointing (urapan yang baru/menyegarkan) (Kis. 10:34-43)
- Urapan baru akan memperluas pelayanan kita (ayat 34-36)
Hal yang paling menyulitkan pada masa awal gereja untuk pekabaran Iniil adalah adanya konflik antara orang Yahudi dengan orang non Yahudi. Pengikut awal Yesus umumnya orang Yahudi yang dalam pemikiran mereka kabar baik itu hanyalah bagi orang Yahudi saja. Bagi mereka, hal yang mengecilkan bilamana mengajak bangsa-bangsa lain menerima kabar baik itu. Bagi mereka, bangsa lain adalah najis di hadapan Allah. Mereka tetap berpikir bangsa Yahudi memiliki hak istimewa dan hanya mereka saja umat pilihan Allah. Karena itu, para murid dan rasul tidak menunjukkan tanda-tanda adanya maksud untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia sebagaimana perintah Agung sebelum Yesus naik ke sorga (Mat. 28:19-20; Kis. 1:8), sehingga mereka tetap tinggal di Yerusalem sambil bersaksi kepada orang-orang Yahudi saja.
Namun Allah menetapkan bahwa kabar baik itu bagi seluruh bangsa. Allah menciptakan semua suku bangsa sebagai manusia yang setara dan tidak membedakan status dan warna kulit, kelahiran, atau status (band. Yak. 2:1). Semua manusia telah berdosa sehingga semua harus diselamatkan.
Dalam Kisah Para Rasul 10 kita menemukan khotbah pertama Petrus kepada orang-orang bukan Yahudi. Sebelumnya Injil hanya disampaikan kepada bangsa Yahudi. Melalui penglihatan saat berdoa Petrus menyadari bahwa Allah menghendaki agar Injil juga disampaikan kepada bangsa-bangsa lain di luar Yahudi. Berdasarkan itulah Petrus memberitakan Injil kepada Kornelius dan seluruh keluarganya yang nota bene adalah orang Roma sehingga pelayanan mereka meluas kepada bangsa-bangsa.
Urapan baru dari Roh Kudus selalu membuat pelayanan kita meluas. Jika urapan baru turun atas setiap anggota Care Cell, maka pelayanan Care Cell akan meluas dan menjangkau lebih banyak orang dari berbagai suku dan bangsa.
- Urapan baru membuat pelayanan kita dapat memenuhi kebutuhan manusia (ayat 38-43)
Urapan baru membuat pelayanan kita dapat memenuhi kebutuhan banyak orang. Manusia yang berdosa membutuhkan berita pengampunan dan pertobatan. Orang-orang sakit membutuhkan kesembuhan. Orang-orang yang patah hati membutuhkan penghiburan dan kesembuhan dari luka-luka hati mereka. Orang-orang yang kerasukan setan perlu dilepaskan. Urapanlah yang membuat semuanya itu mungkin terjadi.
Petrus menjelaskan bahwa karena Allah mengurapi Yesus maka Yesus dapat berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis (ayat 38). Urapan yang bekerja dalam diri-Nya membuat Tuhan Yesus dapat menjawab kebutuhan semua orang pada waktu itu. Dan sekarang urapan yang sama bekerja melalui kita sehingga kitapun dapat melakukan hal yang sama yang pernah dilakukan Tuhan Yesus.
- Urapan baru membuat kita dapat memenangkan jiwa secara efektif (ayat 44-48)
Setelah Petrus memberitakan Injil, maka Roh Kudus dicurahkan kepada Kornelius dan semua keluarganya. Kornelius dan semua keluarganya diselamatkan dan memberi diri dibaptis. Urapan baru membuat kita dapat memenangkan jiwa secara efektif sebagaimana Petrus juga telah memenangkan jiwa Kornelius dan keluarganya secara efektif. Karena itu, rindukanlah urapan yang baru di dalam kehidupan Anda.
Pertanyaan dan Penerapan
- Berdoalah meminta urapan baru bagi semua anggota Care Cell. Dan ingatkanlah bahwa urapan baru diberikan adalah dalam rangka membuat Anda menjadi lebih efektif memenangkan jiwa!
- Menurut Anda mengapa urapan selalu dihubungkan dengan keselamatan jiwa-jiwa!
Pertemuan 4
Dampak hidup dipenuhi Roh Kudus (Kis. 10:44-48; 11:22-26)
- Dampak Roh Kudus bagi Kornelius dan keluarganya (Kis. 10:44-48)
- Berkata-kata dalam bahasa roh (ayat 46)
Tanda pertama dipenuhi Roh Kudus adalah berbahasa roh. Mintalah Roh Kudus mengaruniakannya kepada Anda.
- Memuliakan Allah (ayat 46)
Orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti hidupnya memuliakan Allah
- Taat pada perintah Allah (ayat 48a)
Dalam kasus Kornelius dan keluarganya adalah memberi diri dibaptis. Mereka segera memberi diri dibaptis dan tidak menunda ketaatannya kepada perintah firman Tuhan. Orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti mau taat pada firman Tuhan.
- Haus untuk dimuridkan (ayat 48b)
Kornelius dan keluarganya meminta Petrus untuk tinggal beberapa hari lagi bersama-sama mereka. Tentu saja karena mereka ingin mendengar firman Tuhan lebih banyak lagi. Ini berarti mereka haus untuk dimuridkan.
- Dampak hidup dipenuhi Roh Kudus dalam kehidupan Barnabas (Kis. 11:22-26)
- Senang melayani (ayat 22-23)
Barnabas senang melayani dan bersedia diutus untuk melayani jemaat Antiokhia, padahal Anthiokia adalah kota yang sangat jauh dari Yerusalem sekitar 200 km. Pada waktu itu transportasi belum maju seperti sekarang.
- Senang memenangkan jiwa (ayat 24)
Dicatat bahwa “karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” Itulah seharusnya yang terjadi di dalam kehidupan kita ketika kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita selalu rindu untuk membawa lebih banyak jiwa kepada Yesus untuk diselamatkan.
- Senang menolong orang lain supaya mengalami kemajuan rohani (ayat 25-26)
Ketika jemaat di Antiokhia makin maju dan bertambah banyak, Barnabas tidak mau mengerjakan hal itu sendirian. Ia memanggil Paulus untuk terlibat. Ia tidak egois, ia tidak mau menikmati kemajuan rohani sendiri, ia ingin orang lain juga bisa mengalami kemajuan rohani. Oleh dorongannyalah maka Paulus dapat memenuhi panggilan Allah dalam hidupnya. Kiranya, kita bertindak seperti Barnabas, tidak merasa tersaingi ketika ada saudara seiman kita yang maju secara rohani, justru seharusnyalah kita bersukacita.
Pertanyaan dan Penerapan
- Jika Anda yakin telah dipenuhi oleh Roh Kudus, evaluasilah kehidupan Anda secara pribadi, apakah ciri-ciri di atas ada di dalam kehidupan Anda?
- Berdoalah agar semua anggota Care Cell senantiasa dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga menjadi orang-orang yang senang untuk melayani, memenangkan jiwa dan senang melihat orang lain maju secara rohani!
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung