Suatu hari, seorang nahkoda tidak berani menyeberangkan kapal karena badai. Lalu, seorang pengasuh yatim piatu mengajaknya turun ke bawah untuk berdoa. Doanya sangat sederhana: “Tuhan, Engkau tahu hamba-Mu harus menyeberang untuk menjalankan tugas, Engkau tahu hamba-Mu tidak pernah tidak menepati janji, kiranya Tuhan meredakan badai.” Ketika selesai berdoa, mujizat terjadi. Badai reda sehingga ia bersama penumpang lain dapat menyeberang. Pengasuh yatim piatu itu adalah George Muller. Kehidupan doa dan imannya telah menjadi inspirasi banyak generasi.
Doa sederhana yang sama sering saya panjatkan kepada Tuhan dalam menjalani hari-hari sebagai single parent. Tidak mudah memang, namun ketika dalam kesesakan, doa sederhana saya panjatkan, “Allah bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di tempat-Nya yang kudus. Engkau sudah berfirman akan memelihara, hamba memilih untuk percaya.” Seperti yang dialami George Muller, penyediaan Tuhan saya rasakan sangat sempurna.
Sebagai single parent, tentu saja semuanya tidak akan sama lagi. Semua harus dihadapi sendiri, didoakan sendiri, dikerjakan sendiri. Sesudah bekerja kantoran sebagai seorang guru, pulang sekolah saya masih harus mencari tambahan sebagai guru privat bahasa Inggris. Tuhan menyediakan berkat-Nya melalui pekerjaan tambahan tersebut, namun jujur pekerjaan tersebut sangat menyita waktu, termasuk waktu untuk melayani Tuhan. Sudah hampir 1 tahun saya absen melayani Tuhan dalam Musik Pujian, karena waktunya bentrok dengan jadwal mengajar privat les. Rasanya ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang kering ketika tidak melayani. Betapa saya sangat rindu untuk melayani kembali.
Dilemanya adalah, jujur kalau melayani kembali akan membutuhkan waktu latihan di hari Kamis yang waktunya bertepatan dengan jadwal privat yang menghasilkan uang. Uang yang dibutuhkan bukan hanya untuk berfoya-foya, namun untuk memenuhi kebutuhan dasar kedua anak saya. Tetapi kerinduan untuk melayani semakin tak terbendung, jadilah saya putuskan untuk mempersembahkan waktu di hari Kamis itu untuk kembali melayani.
Saya sudah mempersiapkan diri untuk kehilangan sejumlah dana, mempersiapkan diri untuk mengencangkan ikat pinggang. Namun Tuhan tidak pernah berhutang. Satu minggu sebelum saya melayani, ada transfer misterius yang jumlahnya berkali lipat fee privat les per-datang. Tidak cukup sampai disitu, sesudah melayani, Tuhan menggerakkan seseorang untuk membelikan sebuah jam tangan. Tipe, merk, dan modelnya persis seperti yang sudah saya doakan dan pikirkan dari bulan Desember. Juga, di hari yang sama, seseorang menabur sepasang sepatu untuk anak saya. Tipe, merk, dan warnanyapun sesuai dengan kesukaannya, dan yang sudah kami pikirkan untuk membeli dengan menabung terlebih dahulu.
Saya bersujud di hadapan Tuhan, bersyukur untuk pemeliharaan-Nya yang sempurna. Bila saya memaksakan dengan kekuatan sendiri dan cara saya sendiri untuk membeli barang-barang tersebut, entah berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan entah berapa kerja keras dan keringat yang harus dikeluarkan. Benarlah firman Allah dalam Matius 6: 30-33 versi The Message, “Jika Allah memperhatikan bunga liar, yang sebagian besar dari antaranya terlihatpun tidak – apalagi untuk dirimu, tidakkah Ia akan memperhatikanmu, bangga atasmu, dan melakukan yang terbaik untukmu? Yang Kucoba kulakukan disini adalah agar engkau tetap tenang, jangan sibuk mengejar hal-hal tersebut, sehingga pada saatnya Engkau akan dapat merespon terhadap pemberian Allah. Orang-orang yang tidak mengenal Allah sibuk mencari hal-hal yang dari dunia ini, tetapi engkau mengenal Allah dan bagaimana Ia bekerja. Naikanlah standar kehidupan rohanimu untuk engkau terbiasa hidup dalam kenyataan Allah, Inisiatif Allah, penyediaan Allah. Jangan takut kehilangan hal-hal tersebut. Engkau akan menemukan bahwa semua yang kau butuhkan akan tersedia.”
Tepat seperti itulah yang saya alami. Ketika saya memutuskan untuk mencari terlebih dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, fokus dalam melayani Tuhan sebaik-baiknya, maka Allah menyediakan jauh lebih besar, lebih lengkap, lebih sempurna, dari apa yang dapat saya doakan dan pikirkan.
Semoga dapat menjadi berkat untuk Anda. Tuhan memberkati
Oleh: Heryanti Oey
GBI Pasir Koja 39 Bandung