HANYA KARENA KASIH KARUNIA
Yohanes 8:1-11
Yohanes 8:7b. “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Mengapa seseorang bisa hidup dalam iri hati? Karena ia merasa pantas mendapat lebih dan orang lain tidak pantas menerima yang mereka dapatkan. Ia merasa seharusnya diperlakukan lebih baik dari pada orang lain. Orang-orang demikian adalah orang-orang yang tidak mengerti arti kasih karunia dengan benar.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi merasa berhak menghakimi sang wanita yang kedapatan berzinah, karena mereka merasa telah melakukan banyak perbuatan baik, sehingga merasa lebih layak. Dan ini jebakan dosa kesombongan yang sangat bahaya. Orang-orang yang lupa diri, bahwa mereka juga manusia berdosa yang diampuni Allah, akan menjadi orang-orang yang mudah menghakimi, congkak dan selalu menuntut, tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah.
Sebaliknya, dengan mengerti dan menyelami betapa luar biasanya kasih pengampunan Allah, betapa kita yang sangat berdosa telah diampuni-Nya, maka kita akan mudah mengampuni orang lain dan menerima kekurangan orang lain.
Rasa syukur dalam kehidupan seseorang itu sebanding dengan pengertian dan pengalamannya akan kasih karunia. Semakin kita mengerti dan menyelami arti sesungguhnya dari kasih karunia, maka hidup kita akan selalu penuh dengan rasa syukur.
Ada sebuah tips yang manjur dari seorang hamba Tuhan bagi saya, jika saya mulai merasa enggan untuk menyanyi dan menyembah Tuhan, yaitu dengan mengingat dari mana saya berasal dulu. Setiap kali saya mengingat, bahwa saya adalah pendosa yang diangkat-Nya dari kekelaman, seketika itu juga rasa haru akan mendorong saya untuk memuji dan menyembah Allah. Haleluya!
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk selalu mengingat, bahwa keberadaan kami kini semata-mata karena kasih karunia, agar kami menjadi seorang yang penuh syukur, rendah hati dan mudah mengampuni. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung